Lakukan Pengawasan Barang Beredar di Kepri, Disperindag Kepri Akui Pengusaha Sudah Mengikuti Aturan dan Seluruh Himbauan

HarianMemoKepri.com, Lingga – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Kepri mengakui para pengusaha ritel dan pasar di Kepulauan Riau sudah mengikuti himbauan untuk menjual barang-barang yang tidak merugikan konsumen.

Hal ini diungkapkan Kepala Disperindag Provinsi Kepri, melalui Kasi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Disperindag Kepri, Drs. Jasmat bahwa Disperindag Provinsi Kepri telah melakukan pengawasan terhadap barang beredar di Kota dan Kabupaten di lingkungan Provinsi Kepri dan sudah tidak ditemukan lagi barang kadaluarsa dan barang yang merugikan konsumen.

Kasi PKTN Disperindag Kepri, Drs. Jasmat saat memberikan penyuluhan terhadap peredaran barang beredar di salah satu Swalayan di Kabupaten Lingga (dok.ist)

“Alhamdulillah, dari hasil turun kelapangan di sejumlah Kota dan Kabupaten dalam beberapa bulan ini para pengusaha ritel sudah mematuhi saran dan himbauan Disperindag Kepri untuk memperhatikan barang-barang jualan yang tidak merugikan konsumen, ya seperti Kadaluarsa, halal dan tentu kemasan yang baik,”Jelas Kasi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Kepri, Drs. Jasmat kepada HarianMemoKepri.com, Jumat, (9/01/2018).

Lanjutnya, sesuai undang-undang tentang pengawasan barang beredar yang saat ini merupakan kewenangan di Disperindag Provinsi Kepri, bukan berarti setiap Disperindag Kota maupun Kabupaten tidak punya andil untuk ikut melakukan pengawasan.

“Memang saat ini kewenangan itu ada di Provinsi, tapi setiap Disperindag Kota dan Kabupaten juga harus membantu untuk melakukan pengawasan di wilayah teritorialnya, dan jika menemukan kesulitan dilapangan tentu harus berkoordinasi dengan kita yang berada di Provinsi,” katanya.

Kasi PKTN Disperindag Kepri, Drs. Jasmat menjelaskan pentingnya menjadi pengusaha yang tertib dalam berjualan (dok.ist)

Dikatakannya juga, pihak Disperindag Provinsi Kepri juga merangkul Lembaga Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Republik Indonesia (LPKTN-RI) yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk bekerjasama dalam pengawasan tersebut.

“Kita sering turun kelapangan untuk pengawasan, jadi kita bermitra dengan LPKTN- RI untuk bersama-sama melakukan pengawasan barang di Kota dan Kabupaten di Kepri,” ujarnya.

Disperindag Kepri menemukan salah satu kaleng susu yang penyok, dan diberikan peringatan agar tidak dijual kembali (dok.ist)

Saat ditanya pernah apa tidaknya menemukan barang yang tidak layak konsumsi oleh konsumen, ia menjawab pernah menemukan beberapa barang konsumsi yang tidak layak dijual.

“Ya tentu pernah, yang sering kita temukan adalah susu kaleng dan makanan kaleng yang penyok dan kemasan yang rusak, namun itu hanya sebagian kecil, misalnya dari 10 kaleng susu hanya 1 yang rusak, dan itu langsung kita arahkan untuk tidak dipajang di rak jualan dan mereka mematuhi himbauan kita. Juga kita berharap agar konsumen selalu menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih dan memilah barang yang akan dikonsumsi dan dibeli dari pengusaha ritel dan pasar,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here