Korban Bertambah 8 Orang, Oknum Guru SD Cabul Bakal Masuk Kandang

Ilustrasi (istimewa)

HarianMemoKepri.com, Hukum & Kriminal —¬†Tercatat sudah 8 siswi yang melapor di Polrestabes Semarang sebagai korban pencabulan FO, seorang guru SD Negeri Karangayu 02.

Dinas Pendidikan kota Semarang langsung menindaklanjuti hal ini, FO dilarang mengajar dan sementara dijadikan staf tanpa job.

Liputan6,com mengabarkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menyebutkan bahwa Dinas sudah memeriksa langsung guru itu. Ia tak kerja sendirian melainkan mengajak Inspektorat Kota Semarang karena terkait dengan kedisiplinan.

“Penindakan tetap dilakukan sesuai aturan kedinasan. Semua ada mekanismenya agar sanksi yang diberikan sesuai dengan tingkat kesalahannya,” kata Bunyamin, Senin (26/3/2018).

Dengan memasukkan FO ke dalam “kandang” Bunyamin berharap keresahan orangtua atau wali murid akan keselamatan anaknya bisa berkurang. Apalagi saat ini selain oknum guru “cabul” itu sudah dilarang interaksi dengan siswa, juga jalannya proses belajar mengajar di SD N Karangayu 02 Semarang dipantau langsung.

Para korban yang melapor susulan itu dimintai keterangan oleh polisi di rumahnya. Pertimbangan utamanya adalah memberi rasa nyaman kepada para korban.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna menjelaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban oknum guru cabul harus dilindungi. Jika diperiksa di kantor polisi dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru.

Dengan memasukkan FO ke dalam “kandang” Bunyamin berharap keresahan orangtua atau wali murid akan keselamatan anaknya bisa berkurang. Apalagi saat ini selain oknum guru “cabul” itu sudah dilarang interaksi dengan siswa, juga jalannya proses belajar mengajar di SD N Karangayu 02 Semarang dipantau langsung.

Para korban yang melapor susulan itu dimintai keterangan oleh polisi di rumahnya. Pertimbangan utamanya adalah memberi rasa nyaman kepada para korban.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna menjelaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban oknum guru cabul harus dilindungi. Jika diperiksa di kantor polisi dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. (red/liputan6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.