oleh

Komplotan Pria Afrika Jual Emas Batangan Palsu Rp1,5 Miliar

Harian Memo Kepri | Kriminal — Tujuh pria asal Afrika kena perangkap Polwan. Mereka menjual emas batangan palsu senilai Rp1,5 miliar ke Polwan yang menyamar jadi pebisnis.

Gerombolan ini terdiri dari empat warga Afrika Barat; Abdul Karim (43), Jatta Simon (45), Janneh (37), Ibrahim (23) , keempat WN Afrika Barat. Selain itu gabung pula dua pria Kamerun, yakni Romeo Ayuk Flotentin (32) dan Flotentin CD Touko (45). Satu orang Indonesia ikut berkomplot adalah Eko Yulianto (28) yang berperan mencari korban.

Mereka ditangkap di tempat parkir sebuah pusat pertokoan di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019) sekira pukul 20:00. Saat itu, mereka tengah bertransaksi dengan polwan yang menyamar sebagai wanita pengusaha yang membeli emas batangan.

Polisi juga menyita barang bukti mulai dari mobil Honda CR-V, 15 kg batang emas palsu, lima gelang kemerahan dan kartu identitas.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaun mengatakan kawanan ini memperdaya seorang wanita pengusaha asal Surabaya. Mereka menjual emas batangan palsu dengan permukaan disepuh emas asli.

“Emas batangan palsu ini dijual Rp500 juta per kg, padahal sebenarnya Rp700 juta per kg,” ungkapnya, Kamis (3/10/2019).

Mendapat peminat, kawanan ini memperlihatkan emas batangan asli kepada wanita pengusaha asal Surabaya itu lalu memeriksakan kemurniannya di toko emas. Wanita itu pun tertarik. Ia membeli 3 Kg emas seharga Rp1,5 miliar.

Transaksi dilakukan pada Selasa (30/9/2019). Tanpa diketahuinya, kawanan itu telah menukar dengan emas palsu yang hanya disepuh dengan emas asli.

Wanita ini kaget ketika akan menjual emas itu pada Rabu (2/10/2019). Soalnya saat dicek emas itu ternyata palsu. Ia pun lapor polisi hingga kasus ini terungkap.

sumber | dok. | poskotanews.com
Bp Batam 2020
BACA JUGA :  Seleksi Tilawatil Quran Disambut Baik Masyarakat Resun Pesisir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.