Komisi I DPRD Batam Minta Warga Teliti Sebelum Beli Rumah

rdpu lanjutan bersama pihak pt smoe dijadwalkan ulang dprd batam
DPRD Kota Batam

Batam — Maraknya kasus yang melibatkan developer atau pengembang perumahan di Kota Batam mendapat sorotan dari Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai.

Sepanjang 2022 ini saja, sudah banyak warga yang mengadu terkait persoalan developer dan lahan di Batam.

Karena itu, Lik Khai meminta masyarakat berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli rumah.

“Masyarakat harus teliti sebelum membeli. Jangan tergiur apa yang disuguhkan oleh marketing developer, apalagi banyak promosi dan bonus-bonus. Itu hanya sebuah strategi,” kata Lik Khai, saat ditemui di ruangannya, Jumat (3/6/2022).

Ia meminta masyarakat Batam lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih developer untuk membeli unit rumah.

Rencananya, dalam waktu dekat Komisi I DPRD Batam akan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan menghadirkan sejumlah instansi terkait.

BACA JUGA :  Ceritanya Khilaf, Cucu Rajin 'Menggoyang' Nenek Sendiri. Sang Nenek Jerit Kesakitan, Hadeeh

“Selalu ada aduan dari masyarakat yang merasa ditipu oleh developer, dan ini sudah berulang kali. Hampir seluruh penjuru Batam, masalah seperti ini ada,” kata Lik Khai.

Karena itu Komisi I DPRD Batam akan memanggil pihak-pihak terkait. Seperti BP Batam dan sejumlah developer yang bermasalah dan Real Estate Indonesia (REI) Batam.

Biasanya yang kerap terjadi terkait legalitas lahan mereka belum tuntas, akan tetapi sudah berani melakukan promosi.

“Kami imbau masyarakat, agar betul-betul teliti dulu legalitas lahan sebelum melakukan transaksi. Biar pun baru cicilan uang muka, bila perlu cek lokasinya, cari informasi lain terkait lahan tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA :  25 Laptop SMPN 3 Sukamakmur Digasak Maling, Padahal untuk Simulasi UNKB

Ia menambahkan, belakangan ini dirinya mendapat informasi sejumlah konsumen yang merasa ditipu oleh developer PT Basima Asia Pasifik.

Bahkan, para konsumen itu sudah melaporkan kasus dugaan penipuan yang menimpa mereka ke Polda Kepri.

“Apa yang dilakukan oleh masyarakat yang merasa tertipu, kemudian melaporkan ke pihak kepolisian, itu sudah benar. Kami di Komisi I DPRD Batam, akan mengawal proses hukum dan membantu masyarakat sesuai kemampuan kami apabila mereka mengadu ke kita,” kata Harmidi.

Sumber | tribunnews

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.