Kirab GP Ansor Ditolak di Riau, Dibubarkan di Sumut. Kesultanan Siak : Kami Menolak Ketua GP Anshor di Bumi Melayu Riau

11
Atas : Foto Kerabat Kesultanan Siak Riau saat usai menyatakan ketegasan menolak adanya kegiatan GP Ansor di Riau. Bawah : Sapnduk terpampang jelas dipinggiran Jalan atas menolaknya kedatangan Ketua GP Ansor Yaqut Cholil di Riau (Foto.ist)

HarianMemoKepri.com, Peristiwa – Kesultanan Siak yang diwakili oleh Tengku Habibie, Tengku Wira Shahab, Tengku Said Eka Nusirhan, Tengku Ikhwan Shahab menanggapi beredarnya informasi jemputan acara yang diberi tema “Kirab satu Negeri, Zikir Kebangsaan” dengan sub tema, “Munajat Untuk Kedamaian Indonesia” yang akan diadakan oleh GP Anshor Riau.

“Meminta klarifikasi kepada GP Anshor Riau untuk menjelaskan kepada masyarakat Riau, khususnya masyarakat Siak, terlebih dalam informasi jemputan tersebut mencantumkan gambar istana Siak dan foto Bupati Siak sebagai legitimasi kegiatan,” tulis Kesultanan Siak dalam pesan tertulis seperti dilansir dari  Swamedium.com, Minggu, (16/9/2018).

Selanjutnya, mereka sebagai perwakilan keluarga besar kerabat Kesultanan Siak, merasa keberatan dan tidak mengizinkan simbol kebesaran Siak dalam hal ini istana Siak dipakai pada tempat yang tidak tepat, seolah-olah Kesultanan Siak adalah bagian dari kegiatan tersebut.

“Kami menantikan klarifikasi dari saudara Purwaji sebagai Ketua GP Anshor Riau, untuk mempertanggungjawabkan kelancangannya menggunakan simbol,” tegas mereka.

KESULTANAN SIAK JUGA MENOLAK KEGIATAN ZIKIR YANG DILABELI DENGAN NUSANTARA

“Kami kerabat Kesultanan Siak adalah keturunan Habib, penjaga Habaib dan ulama, penganut Islam Ahlussunnah waljamaah yang taat, menolak Siak dikaitkan dengan kegiatan zikir yg tidak diajarkan dalam Islam, sebab kami hanya mengenal zikir kepada Allah, bukan zikir kebangsaan dengan label nusantara,” tegas mereka.

“Jangan ajarkan kami kebangsaan dengan pemahaman kalian, sebab kami orang Melayu Riau dan keluarga kerabat Kesultanan Siak sudah lebih dahulu mempraktikkan kebangsaan dan nasionalisme yang benar dalam kehidupan kami sehari-hari sejak Republik Indonesia ini berdiri,” tegas Kesultanan Siak.

“Kami disini damai, dan jangan usik kedamaian kami dengan pemahaman kalian,” demikian peringatan keras yang disampaikan empat orang Tengku dari perwakilan kerabat Kesultanan Siak.

BACA JUGA :  Menguak Misteri Batu Berbentuk Kucing di Tanjungpinang

TOLAK KEHADIRAN KETUA GP ANSHOR

Kesultanan Siak juga menolak kehadiran Ketua GP Anshor Yaqut Cholil di bumi Melayu. Mereka beralasan, pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu telah membiarkan persekusi terhadap ulama yang dilakukan oleh Banser sebagai organisasi kepanjangan dari GP Anshor.

“Selain itu kami juga dengan tegas tidak mengijinkan Ketua GP Anshor saudara Yaqut Cholil untuk menginjakkan kaki di bumi Melayu selagi tindakan persekusi terhadap dakwah ulama kami kalian lakukan lewat tekanan Ormas kalian di Jawa sana,” tegas mereka.

Sebelumnya, ratusan Massa yang menggeruduk Gedung Nasional Tanjung Pura terus bertambah. Mereka menolak acara Silaturahim dalam rangkaian Kirab Satu Negeri, yang di gelar oleh GP Ansor.

Dikutip dari MetroLangkat, tidak hanya mengusir perwakilan GP Ansor, massa juga mengusir undangan yang hadir untuk tidak mengikuti acara yang menurut ratusan massa yang menurut massa terindikasi akan membentuk islam Nusantara di Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.