Keterbatasan Makanan, Keluarga Ini Hanya Jadikan Tarantula dan Kalajengking Sebagai Lauk

HarianMemoKepri.com, Peristiwa – Hidup serba keterbatasan tidak menjadi masalah. Hari ini makan besok puasa sudah biasa. Jika tidak ada lauk pauk pelengkap nasi, serangga jenis tarantula dan kalajengking terpaksa mereka santap untuk bertahan hidup, Sabtu, (24/2)

Dilansir dari detiknews.com, kebiasaan tersebut kerap dirasakan dua keluarga (KK) miskin Maman Hidayat (41) dan Yayan Septian (36), warga Kampung Cibembem RT 1 RW 12, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Bukan hanya Maman dan Yayan, isteri dan anak-anaknya pun sama ikut menyantap serangga jika tidak mempunyai uang untuk membeli lauk pauk. Mereka mengaku lebih memilih begitu daripada meminta-minta dan berharap kasihan dari orang lain.

“Lamun teu gaduh acis nya saaya-aya we, kadang kalajengking jeung tarangtula dijadikeun rencang sangu. Alim abdimah nyusahkeun batur. (Kalau tidak punya uang seadanya saja, kalajengking dan tarantula dijadikan lauk pelengkap nasi. Saya tidak mau kalau harus menyusahkan orang,” kata Maman.

Mereka mengaku kebiasaan menyantap serangga sudah dilakukannya selama hampir 8 bulan semenjak memiliki profesi sebagai pencari kalajengking dan tarantula.

“Apal ti bapa abdi ge kalajengking sareng lancah bisa dituang. Enak da rasana sapertos daging hayam. (tahu dari ayah kalau kalajengking fan yarantula bisa di makan. Enak ko rasanya seperti daging ayam,” tambah Maman.

Meski terbiasa makan dua jenis serangga tersebut, diakui oleh Yayan, sampai saat ini keluarganya tidak pernah mendapatkan efek samping apapun. Kalajengking dan tarantula kerap menjadi mainan anak-anak Maman, bahkan tak jarang ada yang tergigit hingga sakit demam sela tiga hari.

Yayan menjelaskan, keluarganya semakin sehat dan tubuhnya semakin kuat setelah mengonsumsi kalajengking dan tarantula.

“Alhamduliliah teu aya efek nanaon, malihanmah isteri ge nuju hamil sehat-sehat wae. (Alhamdullilah tidak ada efek apapun, malahan sang isteri juga sedang hamil sehat-sehat saja,” ungkapnya.

Yayan menambahkan bukannya tidak mau makan empat sehat lima empat, karena keterbatasan ekonomi dirinya pasrah menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran.

Bukan hanya mencari kalajengking dan tarantula saja yang dikerjakan Maman dan Yayan, jika ada panggilan bekerja sebagai buruh bangunan oleh tetanggannya, profesi tersebut ditunda sementara.

“Sabar sareng ihktiar we, lamun aya gaweanna buburuh bangunan, lamun teu aya nya neang dei kalajengking jeung tarantula da profesi ieumah turunan di bapak (sabar dan ihktiar, jika ada pekerjaan sebagai buruh bangunan di kerjakan, jika tidak kembali ke profesi sebagai pencari kalajengking dan tatantula, soalmya profesi ini turun menurun dari bapak),” pungkasnya.

Beredar kabar, keluarga Maman dan Yayan sudah diberi bantuan sembako oleh pemerintahan dan kepolisian setempat.

Perjalanan ke rumah Yayan dan Maman dapat ditempuh selama 1 jam dari Pusat Kota Bandung dengan menggunakan akses Jalam Bypass Cileunyi-Garut belok kiri di pertigaan Parakan Muncang arah Tanjung Sari Sumedang 300 meter daei sana belok kanan arah Curug Cinulang dan belik kembali ke arah kiri setelah menemukan pertigaan menuju Kampung Cibembem, karena sudah familiar, hanya menyebutkan tukang minyak lancah maung warga pun akan menunjukkan letak rumah Maman dan Yayan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.