HARIANMEMOKEPRI.COM — PMKB Kepri (Pengurus Majelis Kaum Betawi) resmi dikukuhkan pada beberapa waktu lalu di Ballroom Hotel Harmoni One Batam Center, Senin (6/2023).
Baca Juga: Tenaga Keberhasilan Kota Tanjungpinang Dapat Tambahan Insentif Menjadi Rp1,8 Per Bulan
Pada Pengukuhan PMKB Kepri juga sebagai ajang silaturahmi khususnya masyarakat Betawi di Kepri yang masuk dalam organisasi-organisasi, seperti Paguyuban DKI Jakarta, Kerukunan Keluarga Jakarta, Sanggar Budaya Seni Betawi (BSB) dan organisasi.
Baca Juga: Pj Walikota Tanjungpinang Hasan Surati Pertamina Terkait Sumur Warga Tercemar BBM
Di momen yang istimewa ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memperlihatkan harapannya bahwa silaturahmi semacam ini akan memperkuat kerjasama dan jalinan sosial yang kokoh antara Kepulauan Riau dan warga Betawi ke depannya.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk pengembangan aspek sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan proyek-proyek sosial lainnya.
Baca Juga: 423 DCT Telah Di Umumkan KPU Tanjungpinang, Keterwakilan Perempuan Capai 37,8 Persen
“Saya mengajak warga Betawi Kepri dalam pembangunan daerah dengan terus bersinergi bersama pemerintah daerah, menciptakan Kepri yang lebih baik,” ujarnya
Adapun susunan Majelis Kaum Betawi (MKB) Kepri, Muhammad Santoso dipercaya sebagai Ketua Wali Amanah MKB Kepri.
Baca Juga: Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo Tanam Pohon Secara Serentak Dalam Rakor Pembinaan SDM Dan PNS Polri
Kemudian Wakil Wali Amanah MKB antara lain Ria Saptarika (I), Abdul Latif (II), Abdul Rahman (III), Syarifuddin (IV), Babe Bambang (V), dan Dicky Wijaya (VI).
Sementara, struktural Sekretaris Umum MKB Kepri Johan Santoso, Syaripudin, Sekretaris I dan Muhammad Nuh, Sekretaris II. Sedangkan, untuk Bendahara MKB Kepri, Aldi Admiral, Bendahara Umum.
Ketua Wali Amanah Majelis Kaum Betawi (MKB) Kepri Santoso menyampaikan, hadirnya MKB Kepri tujuannya untuk menyatukan organisasi-organisasi Betawi di Kepri,
Untuk duduk bersama, kompak dan solid. Secara resmi kaum Betawi telah memiliki lembaga adatnya sendiri yakni Majelis Kaum Betawi (MKB) Kepri.
Baca Juga: Wilayah Kecamatan Tanjunpinang Kota Terdapat 55 TPS Dan 1 TPS Rawan Pada Pemilu Mendatang
“Alhamdulillah, Majelis Kaum Betawi terbentuk. Kita akan melebarkan sayap merangkul warga Betawi di Kepri. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sejarah baru kaum Betawi. Kita bahu membahu membangun Provinsi Kepri,” jelas Santoso.
Untuk program pertama, kata Santoso, MKB Kepri memberikan bantuan berupa kartu BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan ini untuk melindungi warga Betawi tersebar di Kepri.
“Kita ke depan menginginkan masyarakat Betawi yang di Kepri mendapat perlindungan. Maka dari itu, BPJS Ketenagakerjaan merupakan program MKB Kepri pertama untuk warga Betawi di provinsi Kepri,” lanjut Santoso.
Baca Juga: Simbol Semangka Palestina Makin Populer Di Media Sosial, Ini Dia Sejarah Singkatnya
Senada juga disampaikan, Marullah Matali, Ketua MKB mengucapkan terima kasih kepada Gubenur Kepri Ansar Ahmad yang telah membantu menyukseskan kegiatan pengukuhan pengurus MKB Kepri.
Ia memastikan, MKB di Kepri siap mendukung program-program Pemerintah Provinsi Kepri. MKB ini pertama kali dibentuk di Jakarta. Dan hari ini di bentuk di Kepri.
“Kita percaya di bawah kepemimpinan Cang Santoso, MKB Kepri menjaga kekompakan antar anggota,” ungkapnya.
Marullah Matali menyatakan bahwa MKB bertujuan untuk mengarahkan kaum Betawi menuju kemajuan dan kesejahteraan, mempertahankan kearifan lokal budaya.
“Keberadaan MKB merupakan upaya untuk memperkuat jalinan sosial guna kemajuan kaum Betawi di Kepri,” tutur Marullah.
Ditempat yang sama Sekretaris Umum MKB, Johan Santoso menyampaikan wadah ini dibentuk sebagai pemersatu warga betawi yang ada di Kepri.
Baca Juga: Kunjungi Sejumlah Kelompok Tani, Hasan Bantu Ketahanan Pangan Melalui Pupuk Dan Bibit
“Mudah-mudahan MKB dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kepri terutama melestarikan seni dan budaya Betawi agar lebih dikenal khususnya di Propinsi Kepri,” terang Johan Santoso.
Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad sangat mendukung kesamaan budaya antara suku Melayu dan Betawi, khususnya dalam seni berpantun.
Dia menegaskan bahwa budaya pantun menjadi salah satu titik persamaan yang mencolok di antara keduanya.
“Dimana baik Melayu ataupun Betawi, memiliki kesamaan, terutama budaya berpantun,” terang Ansar.
Gubenur Kepri Ansar Ahmad juga menyoroti sejarah dan proses pembentukan suku Betawi, yang lahir dari percampuran genetik dan akulturasi budaya antara masyarakat yang tinggal di Batavia.
“Hal ini merupakan proses panjang dan perjuangan luar biasa dari para pahlawan suku Betawi,” pungkasnya. (adv)

