Beranda Berita Kepri Kemenkes RI Keluarkan Surat Edaran Terkait Biaya Rapid Test

Kemenkes RI Keluarkan Surat Edaran Terkait Biaya Rapid Test

Harian Memo Kepri | Tanjungpinang — Salah satu modalitas dalam penanganan Covid 19 di Indonesia adalah dengan cara melakukan Rapid Test Antigen atau Rapid Test Antibodi dapat juga digunakan untuk menapis adanya Infeksi virus Covid 19, di antara OTG, ODP dan PDP pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas untuk pemeriksaan RT-PCR, Rabu (08/07/20).

Rapid Test Antibodi banyak juga di gunakan oleh masyarakat pada saat melakukan aktivitas perjalanan dalam negeri, Rapid Test Antibodi ini juga bisa di lakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, harga untuk Rapid Test sendiri sangat bervariasi sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat, untuk itu diperlukan peran serta pemerintah dalam masalah tarif pemeriksaan Rapid Test Antibodi agar Masyarakat tidak merasa di manfaatkan untuk mencari keuntungan.

Surat Edaran dari Dirjen Pelayanan kesehatan RI Halaman Ke dua
Save 2020070aSurat Edaran dari Dirjen Pelayanan kesehatan RI Halaman Ke dua8 105402

Oleh karena itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Mengeluarkan Surat Edaran Nomor : HK. 02. 02. / I / 2875 / 2020 Terkait Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi, Surat Edaran ini di maksudkan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dan pemberi layanan pemeriksaan Rapid Test Antibodi agar tarif yang ada dapat memberikan jaminan bagi masyarakat agar mudah mendapatkan layanan pemeriksaan Rapid Test Antibodi.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pihak terkait agar mengintruksikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan pemeriksaan Rapid Test Antibodi agar mengikuti batasan tarif maksimal dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut  :

  1. Batasan Tarif Tertinggi untuk pemeriksaan Rapid Test Antibodi adalah  Rp 150.000 (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah  ) .

2. Besaran Tarif Tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat  1 ( satu )  berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan Rapid Test Antibodi atas permintaan sendiri.

3. Pemeriksaan Rapid Test Antibodi di laksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari Fasilitas pelayanan kesehatan.

4. Agar Fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan Rapid Test Antibodi dapat mengikuti batasan tarif tertinggi yang sudah di tetapkan.

Surat Edaran ini di tandatangani oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Republik Indonesia Bambang Wibowo Pada Tanggal 6 Juli 2020 di Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BERITA TERBARU

Group Siberindo