Kakorlantas Polri: Kebiasaan Gunakan Sandal Jepit Saat Naik Motor Harus Ditinggalkan

Beragam Komentar Netizen Terkait Larangan Penggunaan Sendal Jepit saat Berkendara

Penggunaan Sendal jepit oleh pengendara motor di Tanjungpinang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )
Penggunaan Sendal jepit oleh pengendara motor di Tanjungpinang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )

Nasional – Penggunaan Sendal jepit dalam berkendara masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, pasalnya Korlantas Polri memberlakukan larangan penggunaan Sendal jepit saat berkendara sepeda motor, Rabu ( 16/06 ).

Terkait hal itu beragam komentar netizen dalam media sosial Instagram Tanjungpinanghitz seperti akun Instagram @yiyi dalam unggahannya “terpakselah aku ke kedai style dulu pakai sepatu” ada juga akun Instagram @mhdikhwan_07 mengatakan “Sekalian pak…kalo Ade nampak yang bawa motor pakai kaos partai tangkap juga”.

BACA JUGA :  Demam Permainan Tradisional Gasing, Camat Siantan Timur Minta Lapangan Khusus

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal ( Irjen Pol ) Firman Santyabudi meminta kebiasaan menggunakan sandal jepit saat naik motor harus mulai ditinggalkan. Sebab, sandal jepit tidak melindungi bagian kaki pengendara motor.

“Mohon maaf saya bukan me-stressing pakai sandal jepitnya, tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu. Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal,” ujarnya.

Firman meminta kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan dan mempertimbangkan segala sesuatu dalam berkendara seperti penggunaan helm standar, termasuk menggunakan alas kaki yang benar untuk meminimalisir cidera jika terjadi kecelakaan. Ia berharap hal-hal kecil tersebut menjadi perhatian masyarakat dan tidak menganggap itu sebagai hal sepele.

BACA JUGA :  Pimpinan KPK Terpilih Harus Berangus Kelompok ‘Taliban’

“Ini gunanya helm standar, pakai sepatu, masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja, moga-moga kita tidak termasuk,” pungkasnya.

Hal ini juga bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat saat berkendara dalam Operasi Seligi 2022 selama 14 hari kedepan dari tanggal 13-26 Juni 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.