Jika Ibu Mertua Kesepian Menantu pun Menjadi Gigolo

oleh
Sumiati dan Saptono saat dibawa keperengkat desa akibat perbuatan mesumnya. (Foto. Ist)

Kepri HMK, Nahlo — Kesepian ditambah kegatelan, itulah Ny. Sumiati, (46, nama samaran) dari Surabaya. Semenjak ditinggal mati suami, dia tega menjadikan sang menantu, Saptono, (30, nama samaran) sebagai gigolo. Lama-lama istri Saptomo tahu juga kelakuan ibunya. Langsung saja dia minta cerai, biarlah ibunya kelonan dengan Saptono sampai tua!.

Dunia semakin tua saja rupanya. Orang tak peduli lagi dengan batasan hukum. Yang haram dijadikan halal, yang halal apa lagi. Orang menjadi semakin tak punya malu, gara-gara memanjakan dia punya kemaluan. Bayangkan, dulu makan adik ipar merupakan aib luar biasa. Tapi kini, mertua makan anak menantu juga mulai terjadi di mana-mana.

Ny. Sumiati warga  Surabaya, rupanya juga sangat merindukan “manuk” kaum lelaki. Sebab sejak suaminya meninggal beberapa tahun lalu, dia menjadi vakum urusan begituan. Biasanya seminggu dua kali sesendok makan bisa dipastikan, sekarang sama sekali nol alias ngaplo.

Kebetulan keluarga anak perempuannya, Watik, (25, nama samaran) masih tinggal serumah dengannya, karena  Saptono sang menantu belum punya rumah sendiri. Awalnya memang untuk menemani sang ibu, ketimbang bengong sendirian di rumah yang lumayan besar. Tapi lama-lama,  Saptono menjadi berfungsi ganda. Bukan saja menemani di rumah, tapi juga menemani tidur di ranjang dengan segala aktivitasnya.

Watik sama sekali tak curiga dengan keakraban suami dengan ibunya. Mertua sering ngobrol sama menantu kan lumrah. Nggak tahunya, ketika rumah sepi Saptono  itu malah diajak masuk kamar untuk melayani kebutuhan biologisnya. Awalnya Saptono  kikuk juga, tapi karena Ny. Sumiati memberi semangat, akhirnya ya gliyak-gliyak, jalan juga! Dengan kata pembuka “nuwun sewu bu” semuanya berlangsung lancar jaya.

Sekali waktu di tengah malam nan sunyi, Watik kaget tak menemukan suami di sampingnya. Dia lalu mencarinya, eh….di kamar ibunya terdengar kesibukan tersendiri. Begitu diintip, jabang bayik…… Saptono sang suami tengah menggauli ibu mertuanya. Mau nggeblag (pingsan) rasanya Watik melihat adegan itu.

Selesai menservis ibunya, langsung  Saptono diinterogasi. Karena ketangkap basah suami pun bercerita bahwa aksi mesum ini terjadi sejak 6 bulan lalu. Berapa kali berlangsung, Gatot sudah tak ingat lagi. Jika seminggu 2 kali saja, sudah bisa dihitung sendirilah selama 6 bulan itu.

Yang lebih bikin kaget,  Saptono juga terus terang bahwa setiap habis berbuat sang ibu mertua memberi uang barang Rp 300.000,- hingga Rp 500.000,-

Begitu mendalam sakit hati Watik, hari berikutnya dia langsung mendatangi Pengadilan Agama Surabaya untuk menggugat cerai. Bekas suami mau terus jadi gigolo ibunya, atau cari obyek lain terserah. Yang penting tak lagi ndeleng mata. Sudah muak melihat Saptono. (*)

Penulis : GunarsoTS/PK
Editor : Amri