Beranda Berita Kepri Berita Anambas Isu Penjualan Pulau Ayam, Bupati Angkat Suara, Pemilik Berikan Penjelasan

Isu Penjualan Pulau Ayam, Bupati Angkat Suara, Pemilik Berikan Penjelasan

Harian Memo Kepri | Anambas — Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas dihebohkan dengan adanya pemberitaan penjualan Pulau Ayam di Kecamatan Jemaja, yang dipromosikan melalui situs www.privateislandsonline.com yang mana situs tersebut menawarkan 702 pulau private di sejumlah negara.

Data terhimpun yang didapat harianmemokepri.com melalui video klarifikasi Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH membantah terkait isu yang beredar adanya penjualan satu buah pulau di Kecamatan Jemaja yang bernama Pulau Ayam ke Warga Negara Asing (WNA), Kamis (25/06/2020).

Ia mengatakan untuk menjual suatu pulau kepada WNA tetap akan melanggar tatanan peraturan hukum di Negara Republik Indonesia.

“Saya pastikan hal itu tidak benar. Saya belum pernah mendapatkan informasi terkait ada warga disana menjual lahan kepada WNA. Saya tegaskan sekali lagi, isu tersebut tidak benar,” ungkap Bupati Haris.

Bupati Abdul Haris menambahkan, jika pihak investor ingin berinvestasi di Kepulauan Anambas, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas akan memberikan garansi kepada investor untuk menggratiskan pajak selama satu tahun, “Itu dilakukan supaya investasi bisa berkembang maju, barulah nanti mungkin secara aturan bisa untuk membayar pajaknya,” pungkasnya.

Situs Penjualan Pulau Ayam di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau
Situs Penjualan Pulau Ayam di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau

Mengenai siapa pemilik pulau tersebut dikutip dari metrosidik.co.id diketahui pemilik Pulau Ayam dengan luas sekitar 300 hektar itu merupakan salah satu warga Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasmin bin Abdul Jalil yang saat ini tengah berdomisili di negeri Jiran (Malaysia).

Muhammad Bimam putra sulung Jasmin bin Abdul Jalil saat dikonfirmasi metrosidik membenarkan pihaknya pernah menawarkan Pulau Ayam pada situs tersebut.

“Memang lowyer tu dulu pernah masukan. Saye tak kesah lah, tapi sudah lame setahun lepas.” sebut Muhammad melalui sambungan seluler dari Malaysia. Jumat (26 Juni 2020).

Penawaran Pulau Ayam secara daring telah diekspos sejak satu tahun silam. Pulau Ayam awalnya dibandrol seharga 30 Juta RM (Ringgit Malaysia).

“Pertama saya buka mula-mula 30 Juta Ringgit Malaysia, lepas tu orang tu tawar-tawar 25 Juta. Tapi tak jadi jual lah, karena ayah saya sudah mulai sembuh dari stroke,” tambahnya.

Dikatakannya, penawaran penjualan pulau itu dilakukan oleh rekannya di Malaysia untuk mengupload ke situs situs privateislandsonline.com.

Pulau itu rencananya dijual untuk biaya pengobatan sang ayah yang saat ini sedang berada di Tanjungpinang.

Muhammad sendiri merupakan warga negara Malaysia, sementara sang ayah masih berstatus kewarganegaraan Indonesia.

Iklan

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Segenap Crew Media Harianmemokepri.com Mengucapkan Selamat Hut Bhayangkara Ke 74

BERITA TERBARU