Istri Maunya ‘Terong’ Ukuran Impor, Tapi Sayang ‘Terong’ Suami Cuma Kelas Lokal. Ya Terpaksa ‘Jajan’ Bareng Berondong Deh

T saat bersama passangan Berondongnya usai digrebek suami sahnya (foto. Ist)

HarianMemoKepri.com, Hukrim – Dalam berumahtangga, kepuasan di ranjang terkadang menjadi prioritas utama beberapa pasangan suami istri. T (40), yang bisa dikatakan seperti ‘Kuda Binal’ sukanya sama yang Besar dan Panjang, seperti Terong yang ukurannya hampir 20-30 Cm lah.

Ya meski tidak memiliki ukuran ‘Terong’ seperti keinginan sang Istri, tapi sang suami A (45) tetap berupaya. Sampai beli Minyak Lintah terus diurut pagi-pagi biar nambah ukuran ‘Terongnya’. Merasa lama progressnya, A malah berbuat yang aneh-aneh, tidak mau melihat perjuangan sang suami, A malah ‘Jajan’ bareng Gigolo si Berondong Jagung Muda dengan Toping Terong yang super Buaaaasssaaarr.. sampai-sampai A nelan air liur berkali-kali.

T warga Sidatapa, Surabaya, termasuk perempuan yang sangat mendambakan ‘Terong’ yang besar, padat dan tidak lembek ketika dimakan. Tapi sayang, keinginan itu terhenti pada sebuah fiksi, karena ‘terong’ atau bonggol suami sama sekali tidak menjanjikan, jika tak mau disebut kekecilan. Sayangnya T tak pernah mau berterus terang pada A si suami sahnya.

Bagi suami, sepanjang istrinya dipenuhi segala kebutuhan pakan dan pangan, sudah beres. Dan A memang sosok lelaki yang pintar cari duit. Maka istrinya tak pernah kekurangan duit didompetnya. Belum habis saja sudah ditambah. Gaji A memang cukup besar, meski masih kalah jauh dengan personal BPIP di Istana.

Padahal maunya T bukan hanya itu. Duit memang penting, tapi lalapan ‘Terong’ juga sangat penting. Terus terang dia tak pernah puas melayani suami dalam percaturan ranjang. Ibarat acara Master Chef yang masak-masak itu, Bumbunya sudah pas, namun ‘Terongnya’ dipotong kecil-kecil, ya ga kerasa lah.

Kalau dirinya seorang artis sinetron sejuta episode, pasti sudah kawin dengan orang Barat. Tapi karena hanya ibu rumahtangga biasa, dia hanya bisa curhat dengan sesama teman wanitanya. Lalu ada yang memberikan solusi. Ada ‘Terong’ kualitas Impor, dipupuk dan dirawat sehingga punya ukuran yang big size, puas untuk makan bertiga, ibaratnya gitu deh mbak. Ya namanya juga promosi si teman.

Diam-diam T mencoba kencan dengan lelaki rujukan teman, tempatnya di hotel dengan biaya atas tanggungan T sendiri tentunya. Ternyata memang jempolan, nendang banget pokoknya. Sejak itu istri A ini jadi ketagihan. Di kala suami sibuk di kantor, dia kencan dihotel bersama lelaki yang selalu berganti-ganti, yang penting punya ‘Terong’ Ukuran yang Besar.

Tapi apes itu datang tak pernah bisa diprediksi. Saat HP ketinggalan, A mencoba buka-buka WA milik istrinya. Ternyata di situ banyak pembicaraan sekitar kencan di hotel, dari lelaki bernama A sampai Z. A menangis, karena tak menyangka bahwa aset miliknya sudah menjadi milik publik, padahal dia tak pernah menjual saham itu.

Saat ketemu istrinya, langsung dinterogasi tentang hobinya “jajan” di luaran. Padahal kata buku Bahasaku bacaan SD, jajan di jalan itu tidak baik, bisa bikin sakit perut bahkan bisa terkena tipes dan kolera. “Apa kamu mau bernasib seperti Muntu yang tukang jajan itu?” sergah A.

T tak bisa berkutik dan terima salah. Maka ketika diajak ke Pengadilan Agama Surabaya untuk bercerai, dia sudah siap. Sebab dengan bercerai dengan A langsung bisa mencari suami pengganti yang punya kebun Terong sangat menjanjikan. (Red/GunarsoTS)

Bp Batam 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.