HIMA IAT STAIN SAR Gelar Seminar Kemelayuan

394
HIMA IAT STAIN SAR Gelar Seminar Kemelayuan. ( dok. Eko )

Tanjungpinang, HMK – Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HIMA IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepulauan Riau gelar seminar kemelayuan dengan tema “Melayu Dalam Perspektif Sejarah, Budaya dan Agama,” Jumat (02 November 2018)

Seminar yang digelar di Auditorium Razali Jaya itu dihadiri oleh Ketua STAIN Bapak Dr. Muhammad Faisal, M.Ag , Wakil Ketua I Bapak Aris Bintania, M.Ag , Sekretaris Jurusan Ushuluddin Adab dan Dakwah Bapak Joko Wibowo, M.Pd.I , Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Ibu Dian Rahmawati, S.Th.I, MA , serta dosen, staff dan para mahasiswa dari berbagai jurusan.

Pada seminar kali ini, panitia mendatangkan dua Narasumber sekaligus, yaitu Bapak Tengku Muhammad Fuad sebagai sejarawan melayu dari Pulau Penyengat dan Bapak Drs. H. Tamrin Dahlan, M.S.I sebagai budayawan melayu, yang sekaligus juga pengurus Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau serta Dosen STAIN SAR Kepri.

Situasi acara seminar ( dok. Eko )

Sebelum seminar dimulai, Bapak Dr. Muhammad Faisal, M.Ag memberikan sambutan, beliau mengatakan bahwa seminar ini menjadi bagian penting pada nilai dasar akademik, dan berpesan agar kedepannya seminar tentang melayu tetap dilanjutkan.

“Kami rasa seminar dengan tema kemelayuan sangat bagus karena belum banyak yang mengangkat tema ini”. Katanya.

Di sisi lain, Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Ibu Dian Rahmawati, S.Th.I, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa Prodi sangat mengapresiasi seminar yang digelar oleh HIMA IAT ini, terutama dengan tema “Melayu Dalam Perspektif Sejarah, Agama dan Budaya” yang sangat sesuai dengan Visi Prodi IAT yakni mengintegrasikan nilai Keislaman, Keilmuan dan Kemelayuan.

“Selain itu, sebagai kampus yang notabene menyandang nama Sultan Abdurrahman dan berada di Kepulauan Riau sudah seharusnya mahasiswa STAIN SAR mengenal tentang kemelayuan”. Imbuhnya.

BACA JUGA :  Warek Umrah Sudah Tersangka, Kasusnya Belum Juga Terbuka ke Publik. Ratusan Mahasiswa 'Geruduk' Kampus Umrah dan Bakar Ban Bekas
Dokumentasi setelah acara seminar ( dok. Eko )

Seminar yang dipandu oleh moderator Muhammad Naim Zubairi mahasiswa IAT semester III itu berjalan dengan lancar. Dalam seminarnya Narasumber I Bapak Tengku Muhammad Fuad menjelaskan sejarah Melayu.

“Melayu sangat erat kaitannya dengan islam, jadi hubungan keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain”. Terangnya.

Sedangkan Narasumber II Bapak Drs. H. Tamrin Dahlan menjelaskan sedikit tentang kebudayaan Melayu, beliau mengatakan bahwa adat istiadat melayu merupakan simbol, tetapi itu semua tidak bertolak belakang dengan Agama Islam.

Sementara itu, Ketua panitia seminar Reza Dico Pradana yang juga mahasiswa IAT semester III menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan acara ini.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, utamanya panitia yang telah bersedia mengorbankan waktu demi terselenggaranya acara ini, saya berharap kedepannya, apa yang diberikan pada saat ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya para pemuda di zaman milenial”. Ucapnya.

Terpantau juga di lokasi acara, Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN SAR Kepri Asrie Eko Saputra. Dia mengatakan bahwa acara seminar ini merupakan salah satu program kerja HIMA IAT.

“Seminar dengan tema Kemelayuan ini sebenarnya sudah lama kita rencanakan, dan alhamdulillah hari ini dapat kita realisasikan, dan harapan kami kedepannya HIMA IAT STAIN SAR selalu bisa memberikan yang terbaik bagi Kampus, karena kami punya motto “We Are Not The Biggest Society But The Best”. Pungkasnya. ( Eko/red )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.