Gubernur Kepri Launching Kawasan Panbil Bersih Narkoba

waktu baca 2 menit
Sabtu, 23 Jul 2022 10:12 0 4 Indra Priyadi

Kepri – Kawasan Industri Panbil Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan menjadi kawasan Bersih Narkoba (Bersinar) pertama di Indonesia. Penetapan ditandai dengan penekanan tombol touchsreen bersama oleh Kepala BNN Kepri, Gubernur Kepri  dan Perwakilan CEO Panbil Group di Hotel Best Westren Panbil Kota Batam,  Jum’at (22/7).

Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose mengatakan, dilakukannya  penetapan kawasan industri bersih narkoba merupakan inovasi pengembangan dari program sebelumnya yang telah dibentuk BNN seperti  desa dan kelurahan Bersinar.

“Hanya saja program ini masih perlu untuk terus dimaksimalkan, termasuk untuk  membendung ancaman kepada para pekerja. Karenanya perlu juga, industri kita intensifkan dengan melaunching program Bersinar di kawasan – kawasan,” jelasnya.

Dijelaskan Petrus, keberadaan pihak swasta dan stakeholder sangat berperan besar,  dalam upaya bersama memberantas dan memutus mata rantai penyebaran narkotika di Indonesia. Apalagi narkoba saat ini terus menjadi ancaman luar biasa,  dimana penyalahgunaannya makin menghawatirkan.

“Meski begitu dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kita akan berhasil melawan peredaran gelap narkoba, “jelas Petrus

Penetapan ditandai dengan dilantiknya 28 Penggiat Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan  Narkoba  (P4GN) Kawasan Khusus Panbil, berdasarkan SK yang dikeluarkan BNNP Provinsi Kepri selaku pelindung.

Sementara itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengakui, kalau di Provinsi Kepri terdapat banyak sekali kawasan industri. Dimana sebagian masyarakat Kepri, menggantungkan hidupnya dengan bekerja dikawasan industri tersebut.

“Banyaknya kawasan industri tentu tidak menutup kemungkinan, kalau kawasan industri tersebut,  tidak lepas dari ancaman peredaran gelap narkotika dan sejenisnya.Karenanya perlu membentengi 37 kawasan industri yang tersebar di Kepri dengan jumlah terbanyak di Kota Batam dari ancaman peredaran narkoba. Bahkan kedepan,  kita akan rencanakan  semua kawasan industri di Kepri harus bersih narkoba,” tambah Ansar.

Disisi lain, masih kata  Ansar, saat ini Industri tengah menghadapi tujuh permasalahan. Diantaranya, tingginya harga bahan baku, perlunya penambahan akses jalan dan  pelabuhan yang terintegritas. Selanjutnya, kurangnya utility seperti listrik, air, gas dan  pengolahan limbah.

Berikutnya, menyiapkan sumber daya manusia industri yang kompeten, mengubah pola pikir atau mindset masyarakat tentang limbah. Dimana limbah tidak semata dimusnahkan, tapi saat ini bisa diolah kembali menjadi bahan baku industri lainnya.

Kemudian, industri kecil dan menengah masih membutuhkan revitalisasi teknologi agar produktivitasnya lebih meningkat dan efisien. Dan yang terakhir akses pasar dan tekanan impor.

“Dengan upaya bersama, kita semua tentu akan bisa menghadapi tantangan dan  ancaman permasalahan  yang dihadapi kawasan industri,” pungkas Ansar.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

harian tni kepri

revisi iklan dan medsos

post 1080x1080
whatsapp image 2022 11 18 at 11.27.52

Smsi Group