Gelar FGD, FKDM Bahas Trik Kewaspadaan Dini di Era Digital

  • Bagikan
gelar fgd, fkdm bahas trik kewaspadaan dini di era digital

Tanjungpinang — Forum Koordinasi Kewaspadaan Dini Masyarakat FKDM) Provinsi Kepri menggelar acara Forum Grub Discussion (FGD) di Hotel Aston pada Selasa (12/10/2021). Selain dihadiri para pengrus FKDM Provinsi Kepri, hadir juga perwakilan pengurus FKDM Kabupaten Bintan, Batam dan Tanjungpinang.

Menurut Dr Ir Lamidi, Pj Sekdaprov Kepri saat pembukaan FGD, peran organisasi seperti FKDM selama ini sangat membantu pemerintah dalam mengatasi potensi masalah.

“Temen-temen adalah mitra dari pemerintah yang berada di tengah masyarakat. Kenyamanan dan ketentraman atau situasi kondusif itu mesti selalu kita jaga. Untuk mewujudkan itu memang perlu ada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat. Setiap laporan yang diterima dari FKDM, selalu menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan untuk mengatasi permasalahan sosial yang berpotensi muncul,” ucap Lamidi yang juga menjabat Kepala Badan Kesbangpov Kepri.

Organisasi-organisasi Mitra Kesbang, sebutnya, selama ini merupakan benteng terdepan terkait kemungkinan adanya ancaman tantangan, hambatan dan gangguan yang berpotensi muncul.

“Keberadaan FKDM selalu menyampaikan dinamika permasalahan yang terjadi hingga cepat mendapat perhatian dan dicarikan solusinya oleh pemerintah,” sebutnya.

Dalam FGD itu, panitia menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Kasubdit Intel Polda Kepri AKBP Nanang Budi Santosa, SIK yang membahas tentang Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG) pada peradaban modern. Menurutnya, media sosial sangat perlu diantisipasi karena masyarakat dengan mudahnya bisa mengakses informasi yang belum terverifikasi. Hingga peluang radikalisme bahkan terorisme sangat berpotensi terjadi.

Sementara itu Budayawan Kepri Prof Dr Abdul Malik, Mpd menyebutkan warisan budaya melayu secara tersurat dan tersirat sangat efektif dalam menangkal potensi ATHG.

“Kearifan Melayu yang berlandaskan kehalusan budi dan jati diri perlu terus dipelihara dan selalu disosialisasikan dan ini cukup efektif dan ini sudah menjadi kearifan lokal. Kearifan budaya melayu dalam menangkal ancaman dengan cara merawat persatuan dengan cara memiliki kecerdasan dan taktik atau strategi, keberanian, kesetiaan serta masyarakat yang selalu berfikir positif kepada pemimpin. Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh budaya yang dianut bangsa tersebut. Untuk mencapai kemajuan, maka butuh keberanian dlm melakukan perubahan,” sebut Malik.

Sedangkan Warek I Umrah DR.Victor Amrifo yang didapuk sebagai Narsum ketiga menyampaikan materi pengembangan wilayah kemaritiman dan ATHG.

Narsum Polda banyak mengklasifikasikan jenis ancaman yang berpotensi terjadi. Hal hal yang dianggap biasa juga berpotensi menjadi ancaman uang luar bisa.

Ketua FKDP Provinsi Kepri Ridarman Bay, SE MM kegiatan forum grub discussion itu merupakan program rutin yang digelar FKDM Provinsi Kepri, sebagai bahan evaluasi serta menambah pengetahuan pengursu FKDM dalam menjalankan fungsinya dalam upaya melakukan pencegahan dini masyarakat

Bp Batam 2020banner dprd 2021 (1)Banner Pemko Tanjungpinang 2020
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.