Gara-Gara Anak, Ibu-Ibu Duel Maut, Pipa Besi Jadi Senjata

EMOSI: Yusnita Rohma bersama barang bukti pipa besi yang dipakai memukul korban Eni Linawati. (ISTIMEWA/jawapos,com)

HarianMemoKepri.Com, Hukum & Kriminal – Lantaran tak terima anaknya ditegur, kedua ibu-ibu yang tinggal di Jalan Kampung Malang Kulon I, Surabaya terlibat duel maut. Padahal kedua ibu ini masih terikat hubungan keluarga.

Adalah Eni Linawati ,46, dan kakak iparnya Yusnita Rohma,35, terlibat pertengkaran hebat setelah anak mereka berkelahi. Seperti diberitakan oleh jawapos,com, Rohmah tak terima setelah anaknya ditegur oleh Eni.

Kasus ini berawal saat anak Eni dan Rohmah bermain bersama. Tak tau apa sebabnya, kedua anak tersebut akhirnya bertengkar. Pertengkaran tersebut membuat  Eni turun tangan dengan mencoba memisahkan kedua anak itu.

Setelah itu, Eni menegur anak Rohmah agar tak nakal. Setelah mendapatkan teguran tersebut, anak Rohmah menangis.  Tangisan itu membuat Rohmah bertanya kepada si anak. Kemudian ia bercerita jika dia dimarahi oleh korban.

Cerita sang anak membuat Rohmah emosi, sebab kenapa hanya anaknya saja yang diamarahi, sedangkan anak Eni dibiarkan. Padahal menurutnya pertengakaran anak-anak tersebut sudah biasa.

Setelah itu, Rohmah mendatangi Eni yang saat itu berada di ruang tamu dan menegur korban. Tindakan Rohmah justru menyeret keduanya terlibat saling cek-cok mulut dan saling tuding terkait anak siapa yang nakal. Keduanya adu mulut hebat hingga akhirnya Eni pun membenturkan tubuh Rohmah. Dorongan tersebut membuat Rohmah semakin emosi, hingga mencakar muka korban hingga mengalami luka gores,

“Tak puas sampai disana, tersangka lantas masuk rumah dan mengambil pipa besi,” imbuh Abidin.

Pipa besi sepanjang 30 cm tersebut langsung dihantamkan ke wajah dan kepala korban. Akibat hantaman itu, Eni mengalami luka sobek di dahinya dan lebam di kepala. Darah pun mengucur dari wajah Eni. Eni tak mampu melawan lantaran kekuatan adik iparnya tersebut lebih besar.

“Pertengkaran itu lantas dilerai oleh tetangga keduanya. Namun karena korban tak terima, korban lantas  melaporkan kasus ini,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.