Dua Kali Lakukan Persetubuhan Paksa dengan Gadis di Bawar Umur, DL Terancam 15 Tahun Penjara

DL diamankan oleh Polisi Akibat persetubuhan terhadap Anak dibawah umur
DL diamankan oleh Polisi Akibat persetubuhan terhadap Anak dibawah umur

Tanjungpinang – Seorang Pria inisial DL harus berurusan dengan pihak kepolisian, pasalnya dirinya telah melakukan persetubuhan anak di bawah umur ( 17 tahun 10 bulan ) inisial RA sebanyak dua kali di Sebuah Ruko Jl. Sei Jang Kelurahan Sei Jang Kec.Bukit Bestari, Rabu ( 22/06 ) sore

Dimana pada hari Minggu tanggal 19 Juni 2022 sekira pukul 20.00 Wib RA ( korban ) menghubungi pelaku untuk meminta mencarikan kos dan kerjaan. Kemudian pelaku menawarkan korban untuk menginap di tempat kerja sekaligus tempat tinggal pelaku di sebuah ruko di Jalan Sei Jang Kota Tanjungpinang.

Sekira pukul 20.00 Wib, pelaku masuk ke kamar tempat korban menginap tanpa mengenakan pakaian namun hanya memakai celana dalam saja dan langsung berbaring di samping korban, lalu pelaku langsung memaksa korban untuk membuka celana untuk memasukkan alat vital (kelamin) pelaku kedalam kemaluan korban.

BACA JUGA :  Dansatgassus Perlintasan PMI Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

Pukul 23.30 Wib pelaku kembali melakukan hal tersebut kepada korban dan memaksa korban agar mau melakukannya untuk yang kedua kali. Atas kejadian tersebut pelapor merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Awal Sya’ban Harahap mengungkapkan pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2022 sekira pukul 17: 00 Wib saat Unit Tipikor melaksanakan piket selama 1 x 24 Jam, bersama anggota Penjagaan/SPKT Polresta Tanjungpinang kerumah yang diduga pelaku pencabulan kemudian membawa seorang laki-laki berinisial DL diduga pelaku persetubuhan terhadap Anak Dibawah Umur.

BACA JUGA :  Ansar Ahmad Lantik Bupati dan Wakil Bupati KarimunĀ 

“Kemudian anggota piket langsung memeriksa pelapor (Sumarno S) dan diduga pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku DL mengakui telah melakukan persetubuhan kepada korban inisial RA sebanyak 2 kali,” terang AKP Awal.

Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 Tahun dan Denda sebanyak 15 Milyar Rupiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.