Disdagin Tanjungpinang Beri Nomor Undian Bagi Pedagang yang Berjualan

Antrian pedagang menerima nomor undian ( foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )
Antrian pedagang menerima nomor undian ( foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )

Tanjungpinang – Sejumlah pedagang berbondong-bondong mengambil nomor undian lapak bagi pedagang yang di relokasi di Pasar Baru Km 7 belakang Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Jumat ( 16/09 ) siang.

Pengambilan nomor undian ini dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang dengan di bantu Satpol PP agar tampak tertib dan berjalan dengan lancar. Nantinya bagi yang telah menerima undian maka pedagang bisa langsung menyesuaikan tempat yang tersedia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang Riany mengungkapkan Pemerintah Kota Tanjungpinang melaksanakan pembangunan yang anggarannya dari DAK ( Dana Anggaran Khusus ) yang di lakukan oleh Koordinator dari PUPR .

Terkait dengan pedagang Riany menyebutkan koordinasi dengan pihak BUMD karena pengelolaan pasar itu masih di bawah BUMD. Pedagang ini akan direlokasi sehubungan dengan akan dilakukan pembongkaran tempat jualan mereka yakni pasar baru 1, pasar baru 2 blok A, B, C dan Blok D dan yang di pindahkan juga pedagang kaki lima.

BACA JUGA :  Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal Sidak Satuan Pamong Praja

“Jadi semua pedagang yang berjualan. Dalam hal ini pedagang yang berjualan itu di akomodir dan kemudian dilakukan pendataan mereka kita pindahkan ke Km 7. Karena Km 7 ini merupakan lahan Pemerintah selain itu ada juga di Bintan Center,” ujarnya.

Untuk di Km 7 sendiri, masih kata Riany, terdapat dua tempat dimana setiap per komoditi seperti sayur, bumbu, bunga, serta aksesoris lainnya di meja, sedangkan yang sifatnya basah yakni ikan, daging, di pindahkan ke kios.

“Kita tidak bisa memenuhi keinginan mereka semua untuk bergabung di sini karena lokasi kios kita terbatas sehingga kita masih punya kios yang di kelola oleh BUMD di Bintan Center sekitar 39 kios,” terang Riany.

Jumlah lapak yang ada di Km 7 dan di Bintan Center sekitar 551 lapak sehingga masing-masing pedagang mendapatkan satu meja begitu juga para PKL mendapatkan hak yang sama.

BACA JUGA :  Lantamal IV Perkuat Pelaksanaan Upacara Bendera di Setiap Tanggal 17

Di sisi lain salah seorang pedagang santan Rida Sabrina mengeluh dengan yang didapatkan karena menurutnya tidak sesuai dengan penjualannya.

“Bukannya kita tidak mensyukuri apa yang diberikan oleh pemerintah tapi sesuaikan dengan kapasitas kita, masa kami menjual santan di kasih meja sayur sementara mesin kami dua mesin parut dan mesin peras santan. Masak kami harus parut santan dari rumah dan perasnya di sini siapa yang mau beli kalau seperti itu,” jelas Rida dengan nada kesal.

Ia berharap agar mendapatkan kios supaya bisa meletakkan mesin parut dan peras santan tidak mungkin harus bongkar pasang dan bolak-balik membawa mesin tersebut.

“Solusi dari Disdagin sendiri katanya nanti akan dirundingkan dulu dengan BUMD, sebab santan itu harus pakai rekening listrik sendiri paling tidak 4000 Watt. Kami mau pindah ke sini tapi harus seusai dengan kapasitas kami juga,” pungkasnya.

hut kepri gub wagub whatsapp image 2022 08 16 at 14.06.27 iklan media whatsapp image 2022 09 23 at 08.12.29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.