Ralat Berita: Diduga Kepala Desanya Salah Guna ADD, Belasan Perwakilan Masyarakat Desa Belungkur Datangi DPMD

Perwakilan masyarakat Desa Belungkur saat di ruang pertemuan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten lingga, Kamis (24/01/18).

RALAT BERITA : Tanggal 29 Januari 2019

Kepri HMK, Lingga -- Terkait dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dilakukan oleh kepala desanya, belasan perwakilan masyarakat Desa Belungkur mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten lingga, Kamis (24/01/18).

Amrul (40) salah satu perwakilan masyarakat yang ikut dalam pertemuan mengatakan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah untuk mengadakan audiensi, meminta surat rekomendasi dari DPMD untuk memfasilitasi mereka bertemu langsung dan melakukan pembahasan dengan Bupati lingga.

"Kedatangan kami kesini untuk meminta surat rekomendasi dari DPMD dan juga kami meminta untuk memfasilitasi kami langsung menemui bapak bupati," katanya.

Ia juga menyampaikan, masyarakat Desa Belungkur merasa dikecewakan oleh kepemimpinan Muhlizan selama menjabat sebagai kepala desa.

“Kami masyarakat sudah lama merasa kecewa dengan kepemimpinan Muhlizan selaku kepala desa, namun baru hari ini angkat suara, mengingat teguran demi teguran yang kami sampaikan secara tidak tertulis, tidak pernah diindahkannya,” lanjut Amrul.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ridwan (30), namun dirinya lebih spesifik menyampaikan tentang dugaan penyalahgunaan ADD oleh orang no 1 di pemerintahan Desa Belungkur tersebut.

"Kami tidak main-main dalam laporan, ini sesuai dengan apa yang ada di lapangan, kami menduga bahwa dia (Kepala Desa Belungkur-red) sudah melakukan tindakan penyalahgunakan anggaran," ucapnya.

Ridwan menceritakan perihal munculnya dugaan penyalahgunaan ADD bermula dari kecurigaan masyarakat terkait pembangunan yang ada di desanya, diketahui menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018, namun mereka menilai tidak terealisasi sebagaimana mestinya.

Pada tahap kedua yang direncanakan melalui rapat perencanaan pembangunan Desa berupa pembangunan lapangan Volly dan semenisasi sepanjang 230 meter, namun yang terlaksana cuma 70 meter.

"Hingga masuk ke tahun 2019 pembangunan ini tidak rampung, pembangunan lapangan Volly hanya selesai sekitar 30 persen sedangkan pembangunan semenisasi yang di rencanakan 230 meter cuma terlaksana 70 meter saja, ditambah lagi yang kami kecewakan anggaran pembangunan tahap lll pada 2018 lalu, tidak terjadi pembangunan sama sekali yaitu berupa lanjutan perehapan masjid dan juga semenisasi jalan," ujarnya.

BACA JUGA :  Abu Bakar bin Qawam, Wali Besar Bermazhab Fikih Syafii

Masih menurut Ridwan, selama ini pihak desa tidak pernah melaksanakan musyawarah terkait dengan kegiatan pembangunan dan penggunaan dana desa tersebut.

"Sampai saat ini tidak ada musyawarah pihak desa bersama masyarakat. Bahkan kami sudah berulang kali menanyakan hal ini kepada kepala desa namun tidak ada respon," tutur Ridwan dengan nada kesal.

Pantaun harianmemokepri.com, dalam pertemuan yang terjadi dengan DPMD, perwakilan masyarakat Desa Belungkur menunjukan surat dukungan dari masyarakat.

Adapun surat pernyataan yang ditandatangani oleh 126 masyarakat tersebut kurang lebih berbunyi sebagai berikut :

Kami yang bertandatangan dibawah ini dari masyarakat Desa Belungkur, menyatakan dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya bahwa masyarakat Desa Belungkur sangat resah dan dirugikan dengan penggunaan anggaran yang dijalankan saudara Muhlizan selaku Kepala Desa Belungkur tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Setiap kegiatan pembangunan sering terbengkalai, saudara Muhlizan tidak dapat menjalankan roda pemerintahan sebagaimana mestinya.

Dengan ini kami masyarakat Desa Belungkur menyatakan sikap agar kepala Desa Belungkur dihentikan dari jabatannya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Belungkur terkait masalah ini. (Redaksi)


Berita Ralat ini mengoreksi berita sebelumnya dengan judul : Diduga Kepala Desanya Salah Guna ADD, Puluhan Tokoh Masyarakat Desa Belungkur Datangi DPMD

redaksi harianmemokepri.com meralat judul berita beserta isi artikel dan memohon maaf kepada pihak yang bersangkutan dan juga pengunjung media harianmemokepri.com yang telah membaca berita tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.