oleh

Dian Sastro vs Menteri Yasona, Dikomentari Novelis

Harian Memo Kepri | Entertainment —Perseteruan antara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly dan Dian Sastrowardoyo di media sosial mendapat perhatian warganet. Hal ini bermula saat Dian Sastro melayangkan sejumlah kritik tentang pasal-pasal yang dinilainya kontroversial.

Beberapa poin dalam RKUHP tersebut dijabarkan antara lain, korban perkosaan akan dipenjara selama 4 tahun jika menggugurkan janin hasil perkosaan. Namun kritik Dian tersebut mendapat tanggapan yang kurang positif dari Menteri Yasonna. Dia bahkan mengatakan Dian Sastro terlihat bodoh karena tak membaca Undang-undang sebelum memberikan komentar.

Tidak hanya warganet saja, perang kata- kata ini pun mendapat juga perhatian dari Lutfi JW, novelis sekaligus pengamat perilaku selebritis.

“Dian Sastro sudah melakukan tindakan yang tepat, Dian sebagai rakyat sekaligus publik figur mengomentari pasal yang tidak sesuai dengan pandangannya. Dan sebagai wanita, dia mengomentari RUU KUHP untuk mewakili kaumnya. Dian mengemukakan pemdapat dengan santun,”tutur Lutfi JW, saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (27/9/2019).

“Justru Yang kurang tepat adalah bapak Menteri. Mengapa? karena beliau sebagai penjabat publik yang dipercaya dan digaji rakyat sebaiknya merespon dengan positif. Sebagai Menkumham, beliau digaji untuk membuat suati peraturan atau kaedah hukum yang mensejahterakan rakyat dan adil untuk rakyat. Untuk kemudian mensosialisasikan. Lah kok malah melontarkan satu kata memvonis Dian.

Kata “bodoh” yang dilontarkan bapak menteri kepada Dian Sastro sebagai publik figur dan wanita itu tidak etis,” tambah Lutfi.

Lutfi juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Dian Sastro itu bagus dan memginspirasi artis lainnya untuk berani menyampaiakan kritik di negara yang demokratis. “Dalam teori perilaku itu ada lima kategori besar yaitu normal, tidak wajar, abnormal, baik dan berbudi pekerti luhur. Yang dilakukan oleh Dian Sastro itu adalah dia berperilaku baik dalam berprndapat. Bahkan bisa dikatakan berbudi luhur karena ingin membela kaumnya,” kata Lutfi.

BACA JUGA :  Pengukuhan Majelis Pertimbangan, Tim Pengendalian Mutu dan Tim Kelitbangan

“Seharusnya sebagai pejabat publik yang digaji oleh rakyat dalam hal ini Dian Sastro juga rakyat maka responlah dengan perilaku yang baik juga,” ucapnya.

Lutfi juga menegaskan bahwa baik Dian Sastro maupun Menteri Yasonna merupakan role model atau panutan. “Artis adalah bagi penggemarnya. Tetapi penjabat negara adalah role model bagi seluruh bangsa harusnya perilakunya lebih luhur jangan kalah sama selebritis dong kenapa agar nilai-nilai Pancasila kembali tumbuh dan menjadi perilaku anak bangsa,” ujarnya.

sumber | dok. | poskotanews.com
Bp Batam 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.