Bripka David saat memberikan himbauan Di pelabuhan Cemaga, Kamis (3/1/19) (Salohot)

Kepri HMK, Natuna -- Cuaca ekstrem dan angin kencang yang melanda Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Kamis (3/1/19), membuat personel Polsek Bunguran Timur turun ke masyarakat untuk memberikan himbauan.

Ps. Panit Binmas Polsek Bunguran Timur, Bripka David Arviad mengatakan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, walaupun hanya beraktifitas ditepi pantai.

"Langit cerah hari ini, bukan berarti laut aman terhadap keselamatan jiwa. Bukan hanya nelayan saja yang diancam oleh cuaca ekstrem saat ini, tapi masyarakat yang sedang beraktifitas di daerah pantai juga bisa terancam keselamatannya," katanya.

Selain masyarakat, himbauan juga disampaikan kepada Kepala Desa Cemaga, Idris, yang didampingi oleh Tokoh Nelayan Cemaga, Peter Hadison, Ketua BPD Cemaga, Sahroni dan sejumlah aparatur desa saat berada di pelabuhan Desa Cemaga.

Pantauan harianmemokepri.com, Dalam kegiatan untuk mengingatkan tentang cuaca yang kurang bersahabat ini, Bripka David tidak sendirian, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Cemaga , Brigadir Henri, dan Bripda Raja Ari juga ikut mendampingi.

Isi dari himbauan Bripka David diantaranya adalah memberikan pemahaman tentang wilayah Desa Maritim Cemaga yang terkenal dengan pariwisata pantainya, namun juga rentan dengan kecelakaan yang disebabkan oleh gelombang ombak ganas sampai ke daerah pantai.

Hempasan ombak laut bisa mengakibatkan bangunan disekitar pantai rusak, begitu juga dengan masyarakat yang sedang berenang menikmati liburan, terkadang tanpa disadari, bisa terseret sampai ke tengah laut.

Untuk itu, Bripka David mengharapkan, setiap elemen masyarakat di Desa Maritim Cemaga agar saling mengingatkan terhadap cuaca ekstrem yang terjadi.

Sedangkan untuk nelayan, dihimbau David untuk tidak melaut apabila ada informasi dilarang melaut.

"Kepada masyarakat, jangan berenang dan melakukan aktifitas lain di pantai, serta tidak bepergian dengan menggunakan pompong ke pulau-pulau, diharapkan juga untuk lebih peduli terhadap keselamatan berlayar, dan menghentikan aktifitas melaut selama cuaca ekstrem," ujar David.

Penulis : Salohot
Editor  : Tomo
BACA JUGA :  Keterbatasan Makanan, Keluarga Ini Hanya Jadikan Tarantula dan Kalajengking Sebagai Lauk

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.