Beranda Berita Memo Covid-19 Dorong Guru Adaptasi ke Dunia Baru

Covid-19 Dorong Guru Adaptasi ke Dunia Baru

Oleh: Lutfi Humaidi

Doktor Ilmu Penyuluhan Pembangunan IPB, ASN Balitbang Kementerian Pertanian, Dosen STAINU Kepri, dan Asisten KPAI 2010-2017

Setiap tanggal 2 Mei di Indonesia, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Perayaannya yang diselenggarakan setiap tahunnya itu biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat.

Untuk memperingati Hardiknas tahun 2020 di tengah pandemi sekarang ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020.

Pedoman Penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2020 disampaikan melalui surat Nomor 42518/MPK.A/TU/2020, ter tanggal 29 April 2020 dan ditandatangani oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud mengumumkan tema Hardiknas 2020, yaitu “Belajar dari Covid-19”, serta memublikasikan logo resmi Hardiknas 2020.

Dalam hal ini Kemendikbud mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri tidak mengadakan kegiatan/aktivitas peringatan Hardiknas 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi.

Hal itu merupakan sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Tema Hardiknas 2020, yaitu “Belajar dari Covid-19 ini sangat relevan sekali dengan kondisi dan tantangan yang sedang dihadapi guru untuk dapat beradaptasi dengan dunia baru sekarang ini.

Guru “dipaksa” untuk dapat menjalankan kebijakan pemerintah pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau Distance Learning.

Penghentian sementara belajar tatap muka di kelas selain ditujukan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, juga menjadi momentum meningkatkan kualitas dan kemampuan adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.

Pembelajaran jarak jauh karena Covid-19 membuat dunia guru mendadak berubah. Mereka harus mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Tentu ini tidak mudah bagi guru, disisi lain harus beradaptasi dengan teknologi digital dan disisi lain guru harus tetap dapat menegakkan semangat belajar para peserta didik.

Guru dituntut mampu menjalankan proses belajar mengajar sistem daring ini melalui beragam aplikasi yang tersedia, misalnya, bisa menyiapkan berbagai alternatif media daring semacam Whatsapp Group, web sekolah, Youtube, email, Google Class Room, atau Edutech.

Selain itu, guru mengunggah modul, tutorial, video, latihan soal, dan lembar kerja siswa. Guru juga memeriksa dan mengevaluasi pembelajaran sebaik-baiknya.

Namun pada praktiknya, pembelajaran jarak jauh yang diterapkan lebih dari sebulan terakhir telah membuat para guru tergagap-gagap.

Meskipun sebagian guru ada yang sudah mengikuti pelatihan pembelajaran jarak jauh, tradisi ini rupanya masih menjadi ”dunia baru”. Bagi mereka, kegiatan belajar mengajar dengan metode tatap muka memang tak tergantikan.

Hampir semua guru kaget. Apalagi, kondisi kemampuan mereka berbeda-beda harus menghadapi heterogennya siswa dan keluarganya. Apalagi masih banyak siswa dan orangtua tidak pernah disiapkan untuk PJJ.

Karena semuanya harus dilakukan di rumah, maka sangat mungkin orangtua menjadi kepanjangan tangan para guru.

Dalam sistem pembelajaran yang kreatif, orangtua yang telah berkoordinasi dengan guru, menjadi asisten yang memungkinkan pembelajaran berlangsung dengan lancar.

Bahkan, orangtua harus benar-benar mengondisikan anak berada dalam ”suasana belajar”. Jangan sampai, akibat terlalu bebas, anak-anak justru tidak fokus dalam belajar.

Guru harus bersinergi dengan orang tua dalam menerapkan PJJ. Orangtua mesti berusaha sekeras mungkin mengkondisikan rumah sebagai ruang belajar.

Kegagalan mengondisikan rumah sebagai ruang belajar, akan mengakibatkan ketaksuksesan pencapaian target pembelajaran.

Selain itu, peserta didik harus mengikuti aturan main sistem pembelajaran daring, sehingga fokus belajar lewat media digital yang baru diterapkan tersebut dapat tercapai. Sedikit saja aturan main dilanggar, peserta didik bisa ketinggalan pelajaran.

Karena itulah, sekalipun sistem pembelajaran daring terkesan bebas, siswa harus patuh aturan.

Stategi agar Guru Cepat Beradaptasi dengan Dunia Baru dan Lebih Efektif

Guru dapat mengatur strategi pembelajaran dan menghadirkan suasana yang interaktif dan kreatif dengan bekerjasama dengan orangtua dan lingkungan pendukung lainnya.

Jangan sampai hanya akibat guru tidak kreatif, semangat belajar siswa kendur atau malah hilang. Ada beberapa tahapan yang perlu dipersiapkan guru dan beberapa pihak terkait, agar guru cepat beradaptasi dengan “dunia baru” pembelajaran jarak jauh atau distance learning yang lebih efektif, yaitu:

1.Guru menyadari masih ada permasalahan bagi peserta didik yang memang terbatas kepemilikan gawai dan media digital, sehingga guru dapat mencari solusi bersama orangtua wali.

2.Guru menyadari tidak semuanya memiliki Wi-Fi atau jaringan internet kuat di rumahnya. Untuk itu kegiatan pembelajaran bisa disesuaikan, misalnya dengan WhatsApp yang menghabiskan lebih sedikit kuota internet atau mengirimkan video pembelajaran sehingga anak bisa menontonnya nanti, tidak harus real-time.

3.Guru saling berkoordinasi dengan peserta didik dalam membuat kegiatan pembelajaran, agar aktivitas yang dilakukan anak-anak merupakan kompetensi dari beberapa mata pelajaran terkait dan tidak memberatkan mereka.

4.guru untuk ciptakan inovasi dan kreativitas, pembelajaran yang kontekstual, pembelajaran yang bisa menciptakan gairah belajar pada anak di rumah.

5.Guru dapat aktif mengakses laman guruberbagi.kemdikbud.go.id untuk memudahkan guru berbagi konten pelajaran. Agar proses pembelajaran daring semakin baik. Dalam portal tersebut, guru dan penggerak pendidikan dapat saling berbagi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan inspirasi praktik baik pendidikan, khususnya pendidikan jarak jauh saat dianjurkan untuk belajar dan mengajar dari rumah.

6.Kepala sekolah, pengawas sekolah, dan dinas sesuai dengan kewenangannya memberikan pemahaman kepada guru bahwa PJJ difokuskan pada penguatan karakter, bukan penuntasan materi kurikulum.

7.Kepala sekolah menjelaskan kepada orang tua agar mereka menjadi ”utusan” sekolah untuk mendampingi anak dalam belajar. Yang tak kalah penting, kepala sekolah meyakinkan kepada peserta didik keefektifan ”sistem pembelajaran daring”. Ini agar peserta didik tak ragu belajar dalam sistem pembejaran nonkonvensional.

8.Organisasi profesi guru lokal agar bekerja sama dengan komunitas, organisasi nirlaba, dan media massa lokal untuk membantu terselenggaranya PJJ.

9.Perlu pemerintah kedepannya nanti menyelenggarakan program pelatihan guru untuk kebutuhan PJJ.

10.Orangtua dan guru dapat berkoordinasi untuk memanfaatkan TVRI dan RRI sebagai media alternatif yang telah disiapkan pemerintah sebagai media belajar karena ada beberapa daerah yang masih terbatas gawai ataupun jaringan internet.

11.Orangtua mendukungan dan ikut terlibat dalam proses belajar selama kegiatan belajar dari rumah/distance learning, dengan menyiapkan sarana dan prasarana sehingga anak akan lebih terpacu dan bersemangat untuk belajar.

12.Orangtua (bapak dan ibu) dapat berbagi tugas dalam melakukan pendampingan terhadap anak selama melangsungkan kegiatan PPJ.

13.Orangtua dapat memberikan waktu jeda istirahat dan bermain sesuai dengan kondisi dan situasi anak.

14.Perlu adanya sistem pembelajaran kreatif yang mempertemukan guru, siswa, dan orangtua. Misalnya saja guru bisa menggunakan aplikasi yang memungkinkan orang tua terlibat, sehingga orang tua bisa bercakap-cakap secara interaktif dengan guru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BERITA TERBARU

Rancangan Renduk PBWN-KP Jadi Acuan Pembangunan Kawasan Perbatasan 5 Tahun Kedepan

Harianmemokepri.com | Jakarta - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah selesai merancangan Rencana Induk (Renduk). Renduk merupakan acuan bagi Kementerian/Lembaga anggota Badan Nasional Pengelola...

Group Siberindo