oleh

Cegah Peredaran Narkoba, DPRD Kepri Sambut Baik Kerjasama BNN Kepri dan BP Batam

HarianMemoKepri.com, Batam – Terkait kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika dan prekusor, bahan baku narkotika khususnya diwilayah Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam disambut baik oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumat, (27/7/2018).

“DPRD Kepri menyambut baik kerjasama dan sinergitas antara BNN Kepri dengan BP Batam. Kami berharap kerjasama ini dapat menekan ruang gerak peredaran narkoba,” kata wakil ketua komisi I DPRD Kepri Taba Iskandar di Kantor BP Batam.

Dengan bercermin dari kerjasama BNN Kepri dan BP Batam, lanjut Taba, ia mengharapkan instansi-instansi lainnya dapat mengikuti kerjasama tersebut.

“Nanti kita akan ajak Pemprov untuk mulai memikirkan pembuatan Perda-perda (peraturan daerah – red) yang berfungsi mencegah peredaran narkoba ini,” katanya.

Senada dengan Taba, anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Asmin Patros yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa perang terhadap narkoba harus masif. Sehingga, tak ada satu ruang kecil pun dapat dimanfaatkan penyebar barang haram tersebut.

Taba Iskandar dan Asmin Patros terlihat akrab bersama Ketua BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Kepala BNN Kepri, Komjen Pol Heru Winarko saat berada di Kantor BP Batam (foto. hms)

“Pemberantasan ini harus masif dan terstruktur. Maka itu sinergi-sinergi seperti ini yang kami harapkan dapat terus dijalin di Kepri. Apalagi Kepri letaknya sangat strategis,” papar Asmin.

Ditempat yang sama, Kepala BNN Kepri, Komjen Pol Heru Winarko mengungkapkan bahwa melalui penandatanganan nota kesepahaman itu diharapkan BP Batam bisa melakukan upaya pencegahan di lingkungan yang menjadi tanggung jawab BP Batam seperti di bandara dan pelabuhan.

“Termasuk di pelabuhan rakyat. Kita harapkan masyarakat di pesisir bisa paham dengan bahaya narkoba. Sehingga ada ketahanan. Kalau ada barang-barang masuk ke lingkungan, tahu ini narkoba atau tidak, dan BP Batam dapat meningkatkan upaya pencegahan beredarnya Narkoba melalui Bandara dan Pelabuhan,” katanya.

BACA JUGA :  Mengerikan!!, Penampakan Hantu Orang Minyak Pemangsa Gadis Perawan di Kabupaten Bintan

Ia juga mengatakan, upaya ¬†digalakkan agar jangan sampai masyarakat Kepri menjadi korban narkoba. Narkoba dapat merusak kesehatan. “Ini harus digalakkan, karena kita tidak ingin Masyarakat Kepri terjerumus dalam peredaran Narkoba,” ujarnya

Dikesempatan yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengakui berkomitment kuat atas kerjasama tersebut.

“Kami di BP Batam masih membutuhkan dukungan dari BNN untuk memaksimalkan deteksi dini usaha penyelundupan narkotika di lingkungan kerja bandara dan pelabuhan internasional Batam. Dan kami komitment akan hal itu,” ujar Lukita.

Sekedar untuk diketahui, penangkapan Narkoba sudah berkali-kali terjadi dipintu-pintu masuk Batam. Bandara Hang Nadim misalnya. Tahun lalu BP Batam melalui unit kerja Kantor Bandar Udara Hang Nadim berhasil menggagalkan 17 kali usaha penyelundupan narkotika, dengan total barang bukti 16.826,90 gram sabu beserta 2.230 butir ekstasi.

Kemudian dari Januari hingga Juli 2018, tercatat sebanyak 22 kali upaya penyelundupan narkotika berhasil digagalkan, dengan total 23.692 gram sabu.

Sementara di Pelabuhan, Kantor Pelabuhan Laut Batam bersama dengan bea cukai dan instansi vertikal terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 4,5 kg ganja di pelabuhan Telaga Punggur dan 971 gram sabu di pelabuhan internasional Batam Center pada 2017 lalu. Tahun 2018 sebesar 2.678,13 gram sabu di pelabuhan internasional Batam Center dan 1,37 ton sabu di pelabuhan Batuampar. (Red/Hms)

Bp Batam 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.