Beranda Berita Kepri BPTP Kepri, KBRI dan HPTKI Singapura Kerjasama Lakukan Bimtek Online, Teknologi Hidrophonik...

BPTP Kepri, KBRI dan HPTKI Singapura Kerjasama Lakukan Bimtek Online, Teknologi Hidrophonik dan Akses Modal

Harian Memo Kepri | Pertanian — Penerapan aturan bekerja dari rumah (Work from Home) oleh pemerintah Singapura selama masa pandemik Covid-19 dimanfaatkan oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menambah ilmu pengetahuan dengan bimbingan teknis online.

Bimtek dilakukan dengan mengangkat berbagai topik sesuai kebutuhan termasuk bidang pertanian. Bimtek online topik pertanian ini diselenggarakan bekerjasama antara BPTP Kepulauan Riau, HPTKI, dan KBRI Singapura. Ini sudah kali kedua Bimtek dilaksanakan dengan berbasis Video Conference.

Kepala BPTP Kepri, Dr .Ir. Sugeng Widodo, MP., menyambut baik kerjasama dengan KBRI dan HPTKI Singapore yang secara rutin melaksanakan Bimtek online.

Teknologi telah dihasilkan oleh Balitbangtan Kementerian Pertanian perlu disampaikan kepada masyarakat termasuk warga negara Indonesia yang berada di Singapura. Berbagai metode penyampaian informasi inovasi teknologi yang dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu salah satunya bimbingan teknis online.

“Bimbingan teknis online bidang pertanian sebagai wujud perhatian pemerintah kepada semua masyarakat yang membutuhkan teknologi termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).Tujuan bimbingan teknis online membekali pengetahuan usahatani para PMI sebagai bekal kembali ke tanah air,” kata Sugeng.

Bimbingan teknis online yang kedua ini dilaksanakan pada 31 Mei 2020 pada pukul 9.30 s/d 12.00 WIB atau10.30-13.00 waktu Singapura. Metode pelaksanakan kegiatan terlebih dahulu nara sumber menyampaikan materi dilanjutkan tanya-jawab dengan tema yang sudah disepakati adalah teknologi hidrophonik. Peserta terdiri dari masyarakat Indonesia yang tinggal bekerja di Singapura, malaysia, dan Kendal Jawa Tengah.

“Topik Bimtek adalah teknologi hidrophonik untuk bisnis pertanian yang disampaikan oleh Raden Catur Prasetiyono, SP., S.ST dan Dedy Hidayat, S.Pt., MPt, kedua narasumber adalah Penyuluh Pertanian dari BPTP Kepri. Kemudian materi kolaborasi peran Bank dalam kegiatan usaha dengan narasumber Istajib Zain, SE, MA, Ph.D,” ungkap Asmaunisak, S.S: Ketua HPTKI Singapura.

Bimbingan teknis ini dibagi dua sesi, penyampaian materi dan tanya jawab. Menurut Narasumber (pak Dedy dan pak Catur) hidroponik adalah budidaya tanaman menggunakan air tanpa tanah dengan manajamen cahaya, air, udara, nutrisi, suhu, pH, media tanam, benih.

Hidroponik terbagi menjadi dua kategori yaitu, sistem hidroponik aktif (dinamis) dan sistem hidroponik pasif (statis). Teknologi penanaman secara hiroponik dapat dilakukan dengan beberapa system antara lain: “Wick system, system irigasi (irigasi tetes), systemeeb & flow (pasang surut), system rakit apung (water culture), sistema eroponik (pengkabutan), DFT sistem (Deep Flow Technique)”.

Beberapa manfaat teknologi penerapan hidroponik adalah kualitas tanaman lebih baik, memudahkan pengendalian hama dan penyakit, efisiensi pupuk, hemat tempat, hemat tenaga dan waktu, dan tanaman akan memberikan hasil secara berkelanjutan.

Pengembangan bisnis skala luas melalui pemanfaatan inovasi teknologi pertanian seperti hidrophonik perlu didukung ketersediaan modal usaha dari berbagai sumber. Pemerintah telah berupaya meningkatkan pembiayaan kesektor pertanian termasuk akses modal usaha.

Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor pertanian, diantaranya dengan memperbesar alokasi anggaran ke sektor pertanian, mendorong perbankan lebih ekpansif dalam pembiayaan pertanian, maupun merumuskan skim pembiayaan alternatif yang sesuai dengan karakteristik pertanian.

Pemerintah sangat serius dalam penyediaan akses modal usaha pertanian seperti program KUR. Berbagai kelompok usaha dapat memfasilitasi anggota dalam akses modal usaha tersebut termasuk para PMI di Singapura setelah kembali dapat melakukan akses modal usaha yang dibutuhkan.

Istajib Zain, SE, MA, Ph.D., memaparkan tentang peran Bank dalam kegiatan usaha bahwa fungsi Bank sebagai penyedia modal, menyimpan hasil usaha dalam bentuk tabungan, memberikan kerjasama arahan dan promosi usaha, termasuk penyedia modal usaha Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani.

Kredit Usaha Rakyat merupakan program pemerintah untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah milik rakyat salah satunya sektor pertanian. Besar pinjaman hingga 500 juta, dengan bunga 7% pertahun atau 0.58% perbulan dan jangka waktu pinjaman 6 tahun atau 72 bulan.

Dalam pelaksanaan kegiatan peserta Bimtek online sangat antusias mengikuti acara dan mengucapkan terimakasih kepada HPTKI, KBRI dan BPTP Kepri. Para peserta berharap kegiatan terus dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang.

Penghujung acara Bimtek online atase tenaga kerja KBRI Singapura, Devriel Sogia menyampaikan penghargaan kepada BPTP Kepri yang telah bersedia bekerjasama dalam kegiatan Bimtek online, dan kepada PMI diharapkan agar ilmu yang di dapat menjadi modal pengetahuan dalam usaha ketika kembali ke tanah air.

Penulis | Robinson Putra, Dedy Hidayat, R. Catur Prasetiyono
Iklan

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Segenap Crew Media Harianmemokepri.com Mengucapkan Selamat Hut Bhayangkara Ke 74

BERITA TERBARU