Mengerikan!!, Penampakan Hantu Orang Minyak Pemangsa Gadis Perawan di Kabupaten Bintan

HarianMemoKepri.com, Misteri – Pernah dengar orang minyak? Konon orang minyak ini wujudnya seperti manusia, tetapi seluruh badannya hitam karena dilumuri minyak. Biasanya seluruh tubuhnya tidak mengenakan pakaian kecuali celana dalam dan ini merupakan wujud manusia setengah siluman yang selalu memangsa gadis perawan untuk menmbah kesaktian ilmu hitam. Kali ini kisah salah satu narasumber di Cerita mistis yakni seorang perempuan muda sebut saja Rina (37) yang dulunya pernah bertemu dengan sosok misterius orang minyak ini. Cerita ini terjadi sewaktu dia masih sekolah di SD di salah satu Sekolah di Kabupaten Bintan.

Berikut ia kisahkan melalui tulisannya di cerita mistis

Kejadian ini terjadi di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Pulau Bintan sebetulnya sangat besar, tetapi sebagian besar masih tanah kosong. Di pulau ini terdapat beberapa kota kecil dan masih banyak perkampungan. Salah satu kota paling besar adalah Tanjungpinang. Saat itu masih banyak desa-desa yang belum mendapat pasokan listrik dari PLN. Salah satunya desa ditempat saudaranya tinggal.

Seingatnya saat itu ia duduk di kelas 3 SD. Aku sering menginap di rumah tante sana pada saat malam minggu di rumah tanteku, soalnya rumahnya di daerah pinggiran pantai. Lumayan, minggu pagi bisa berenang di pantai bareng sepupu-sepupu cowok.

Hari Sabtu di caturwulan kenaikan kelas, setelah menerima rapor, aku langsung minta diantar orangtuaku ke rumah tante untuk menginap beberapa malam di sana. Dengan bawa baju beberapa hari, kami naik motor ke sana. Sesampai disana aku langsung bermain dengan sepupuku, sedangkan orangtuaku ngobrol dengan tanteku di ruang makan.

Sekedar info, rumah tante hanya dihuni 3 orang yaitu tante dan dua anak laki-lakinya. Suaminya, alias om, kerja di kapal asing, sehingga hanya pulang beberapa bulan sekali saja.

Saat sore hari, aku, tante dan sepupuku pergi ke sungai di depan rumahnya untuk mandi. Sungainya cukup besar dan saat sore hari, banyak anak kecil yang mandi di sana. Sewaktu mandi, tanteku merasa seperti ada yang memperhatikan kami di balik pohon di pinggir sungai. Alur sungainya membelah hutan, jadi jika kita berenang semakin ke hulu akan semakin masuk ke dalam hutan. Kami pulang saat menjelang Maghrib.

Di sini kalau malam kita menggunakan lampu petromaks. Dan kalau mau menonton TV, dengan menggunakan accumulator. Maklum belum ada sambungan listrik di kampung sini. Saya sangat ingat malam itu. Aku dan sepupu-sepupuku nonton kartun doraemon di salah satu siaran TV Malaysia (orang yang tinggal di Bintan bisa menangkap saluran TV Singapura dan Malaysia dengan antena biasa). Di tengah-tengah tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu depan. Sepupuku yang lebih tua langsung membuka pintu depan.

Anehnya tidak ada orang di luar. Karena kami tidak mengerti atau tahu apa-apa, ya sudah kami lanjut menonton TV dengan membiarkan pintu tetap terbuka.

Di tengah-tengan kartun selesai tonton, dari arah dapur kami dengar suara jeritan histeris… Itu suara tante!

Serentak kami bertiga berlari ke arah dapur, dan alangkah terkejutnya. Saya terlalu syok sehingga berdiri mematung di sana. Kami melihat seorang laki-laki dengan sekujur tubuh hitam. Matanya merah. Dan dia berlari menembus tembok. Kejadiannya terjadi sedemikian cepatnya. Tante segera membawa aku dan anak-anaknya keluar dari rumah dan berteriak tolong.

Tetangga akhirnya datang dan setelah mendengar cerita tante mulai menelusuri jejak makhluk itu. Mereka mengejar ke arah hutan yang terletak di belakang dapur tante. Malam itu menjadi riuh dengan para pemuda dan bapak-bapak membawa obor menyusuri dari rumah tante ke hutan. Tante sendiri masih syok. Para tetangga berinisiatif membawa kami bermalam di rumah kepala desa.

Beberapa orang juga pergi menemui orangtuaku dan menceritakan kejadian itu. Jadi langsung saja papa, mama dan adik laki-laki mamaku yang saat itu sedang di rumah, menyusul kami malam itu juga.

Malam itu aku, sepupu-sepupuku, tante dan mama bermalam di rumah kepala desa dengan di temani beberapa orang ibu-ibu kampung tersebut. Tetapi hanya aku dan sepupu-sepupuku yang tidur. Para orang dewasa tetap terjaga dan bercerita tentang orang minyak.

Papa dan omku bermalam di rumah tante sambil berjaga-jaga di sana. Sedangkan rombongan yang tadinya menelusuri hutan memburu orang minyak pulang tanpa membawa hasil. Mereka juga berkumpul di rumah kepala desa dan sebagian ikut berjaga dengan papa dan om di rumah tante.

Belakangan kejadiannya seperti apa saya sendiri kurang ingat lagi. Yang pasti, kampung itu sudah beberapa kali ada kejadian rumah warga yang ada perempuannya di santroni orang minyak. Bahkan katanya ada yang sampai meninggal setelah (maaf) diperkosa makhluk tersebut.

Sejak kejadian malam itu selama beberapa minggu tante dan para sepupu mengungsi ke rumahku. Itu juga atas anjuran kepala desa yang merasa rumah tanteku rawan dikarenakan tidak ada laki-laki dewasa di sana.

Kepala desa juga berinisiatif mendatangkan beberapa pemuda dari pesantren untuk tinggal di kampung tersebut. Aku rasa mungkin maksudnya supaya psikologi masyarakat menjadi merasa lebih tenang setelah ada kejadian malam itu. Tapi entahlah.

Umumnya di perkampungan sering terdengar cerita-cerita seram. Kalau kalian tertarik dengan cerita ini kalian pasti juga akan penasaran dengan cerita misteri orang Bunian ini atau kisah orang Bunian mencuri janin. (Red/Ceritamistis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.