Ditawan dan Diperkosa Kelompok ISIS, Gadis Yazidi Meninggal usai Kabur

Shahd Khodr Mirza, 16, gadis Yazidi Irak yang ditawan ISIS dan diperkosa meninggal beberapa hari setelah berhasil melarikan diri. Foto/Al Arabiya/sindonews

HarianMemoKepri, Internasional, DAHUK – Sungguh tragis nasib yang dialami oleh para wanita yang menjadi korban kekerasan seksual oleh  kelompok Islamic State atau ISIS. Selain disandera, mereka juga harus rela diperkosa hingga berulangkali.

Seperti yang dialami oleh seorang gadis Yaizidi Irak berusia 16 tahun yang telah meninggal dunia akibat gagal jantung setelah berhasil meloloskan diri dari penyanderaan kelompok ISIS.

Gadis ini telah ditawan selama tiga tahun, diperkosa berulang kali dan sempat dijual di Suriah.

Dilansir dari sindonews, Shahd Khodr Mirza, gadis Yazidi asal Kota Tal Banat, Irak, meninggal dunia pada hari Selasa. Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Dahuk, wilayah Kurdistan Irak setelah menderita gagal jantung akut.

Derita itu dia alami kemungkinan akibat penyiksaan fisik dan psikologis selama ditawan kelompok ISIS.

Farida Fleit, yang bekerja di LSM Yazda—yang mendukung minoritas Yazidi—mengatakan kepada Al Arabiya, Kamis (8/2/2018), bahwa Shahd terus diperkosa oleh beberapa anggota ISIS selama disandera beberapa tahun.

Farida yang mengutip adik laki-laki korban Shaher, 12, mengatakan bahwa Shahd diculik di depan sekolahnya di Talafar pada tahun 2014 oleh seorang pria Irak anggota ISIS. Shaher juga ikut diculik pada saat itu.

Setelah orang tersebut memperkosa dan menyiksa, Shahd kemudian dijual di Suriah kepada seorang anggota ISIS bernama Abu Khalil al-Baghdad. Shaher dipisahkan dari kakaknya dan dibawa ke sebuah kamp ISIS di Suriah.

Shahd dan adik laki-lakinya itu melarikan diri saat orang yang membeli Shahd, Abu Khalil, memindahkan mereka ke daerah lain di Suriah. Selama perjalanan, mereka melewati sebuah lokasi yang dikuasai oleh pasukan unit Kurdi.

Shaher mengatakan kepada pasukan Kurdi bahwa Abu Khalil adalah anggota ISIS.

Kedua bersaudara itu kemudian dibawa ke Irak, di mana mereka tiba di Kota Khan Sour pada tanggal 5 Januari. Menurut Farida, Shahd segera dipindahkan ke rumah sakit tiga hari sebelum kematiannya.

Nasib ayah korban, empat saudara laki-laki dan dua saudara perempuan masih belum diketahui karena ISIS juga menculik mereka pada hari yang sama saat korban diculik.

Shaher sekarang bersama ibu dan pamannya dan hidup dengan harapan bisa mengetahui nasib ayah dan saudara-saudara kandungnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.