Bertamu Tengah Malam, Sekdes Kepergok Ngajak ‘Koalisi’ Bini Orang

337
Jamiad dimintai keterangan usai digrebek warga desa (foto. ist)

HarianMemoKepri.com, Hukrim – Kalau Jamiad, (49 nama samaran) ini dokter, ketemu pasien wanita pukul 01.00 dinihari, tak masalah. Tapi dia kan Sekdes, ketemu bini orang jam segitu mau ngapain? Nyuntik? Jamiad pun digerebek dan dipaksa bayar denda 10 truk tanah timbunan. Di kampungnya, Pak Sekdes juga didesak mundur oleh warganya. Pusing kuadrat dah!

Sekdes sekarang atau carik istilah lama, kini sudah diangkat jadi PNS, masa kerja bisa sampai 58 tahun. Jika Sekdes lama gajiannya berupa padi, kini transfer bank. Golongan kepangkatannya pun minimal II-a. Mau nyambi nyawah di kampung juga bisa, asal nyangkulnya hari Sabtu dan Minggu saja, atau pas libur nasional. Pokoknya Sekdes sekarang keren, Kadesnya saja kalah, karena dia bukan PNS.

Sebagai pamong desa berkelas, agaknya Jamiad banyak menarik lawan jenisnya, meski di rumah sudah punya kendaraan sendiri. Salah satunya adalah Suwanti, (40, nama samaran) warga Sidayu Kabupaten Gresik. Usia sudah emak-emak memang, tapi masih STNK-lah. Cantik, bibir setipis kartu ATM. Kalau ada cacat, kenapa sudah jadi bini orang?

Sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) mestinya Jamiad tahu persis etika pejabat negara, meski hanya tingkat desa. Mau kawin lagi saja tidak boleh (PP 10), kok ini malah mengencani istri orang, atau menjadikan Suwanti sebagai WIL-nya. Tapi soal beginian setan menang menjadi sponsor paling utama. “Sepanjang Suwanti-nya mau, tak masalah. Tarik saja Bleh….,” kata setan yang agaknya pernah jadi sopir taksi gelap.

Sekdes berkoalisi dengan bini orang memang seru. Seperti Jamiad ini misalnya, tengah malam pukul 01.00 berani saja bertamu ke rumah Suwanti, mentang-mentang suaminya tak di rumah. Lalu mau ngapain? Kalau Jamiad dokter, datang jam-jam seperti itu tak jadi masalah. Tapi Jamiad kan bukan dokter, tapi Sekdes Desa Sukowati Kecamatan Bungah.

BACA JUGA :  Koramil 03/Binut Kukuhkan 55 Anggota Pramuka Saka Wira Kartika di Bintan

Asmara lintas kecamatan ini rupanya sudah lama menarik perhatian warga. Bertamu di atas pukul 22.00 kan tidak etis malah cenderung tak punya malu. Temuan ini lalu dilaporkan ke keluarga dekat Suwanti. Tentu saja mereka juga ikut malu, sehingga ramai-rampai menggerebek pasangan mesum tersebut. Benar saja, keduanya tengah ketanggungan bermesraan. Ibarat baca buku, mungkin baru sampai Bab I.

Warga yang emosi hampir saja “kasih pelajaran” Pak Sekdes. Untuk Pak Kades berhasil meredamnya. Sekdes Sukowati itu hanya dimintai bikin pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Sebagai hukuman tambahan, Jamid diminta bayar denda 10 dump truk tanah timbun.

Lolos sudah Sekdes Jamiad dari lobang jarum. Tapi tidak demikian di desanya sendiri. Warga yang mendengar bocoran info itu langsung mendesak Pak Kades, agar mencopot Sekdesnya. Tentu saja Pak Kades tidak berani, karena mencopot Sekdes itu wewenang bupati. Tapi untuk menjawab aspirasi warga, Jamiad pun diminta untuk mengundurkan diri.

Tapi Jamiad bersikukuh tidak akan mundur. Dia beralasan, sebagai PNS semua ada tahapannya dan semua harus mengikuti prosedur. Jamiad mencoba berkelit, karena pikirannya memang sedang pusing. Di tetangga desa dia dituntut bayar denda tanah timbun, di kampung sendiri diminta mundur oleh warganya. (Red/GunarsoTS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.