Berita Hoax , AJI Batam Himbau Media Daftar Ke Dewan Pers

1684
Berita hoax/ilustrasi (dok,skalanews)
Zuhri Ketua AJI Batam
Zuhri Ketua AJI Batam

HARIAN MEMO KEPRI, TANJUNGPINANG – Maraknya isu berita Hoax yang terjadi saat ini, membuat ketua Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam Zuhri angkat bicara. pihaknya sangat mendukung adanya verifikasi perusahaan media ke Dewan Pers.

“Kita sangat mendukung adanya himbauan verifikasi oleh Dewan Pers, karena kita juga sebagai orang media tidak ingin dipandang buruk oleh masyarakat,” papar Zuhri saat dihubungi via phone, Selasa (10/1).

Dirinya juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita palsu yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggungjawab ini.

” Dikarenakan marak nya berita hoax saat ini, untuk masyarakat jangan mudah percaya terhadap berita hoax,” Himbaunya.

Zuhri juga mengakui , bahwa dirinya sempat kecewa atas keterlambatan Deqan Pers terkait verifikasi  data media didaerah maupun nasional.

“Awalnya kita kecewa karena lambat, namun pada dasarnya kita sangat mendukung, ini juga menguntungkan kita sebagai media resmi, dimana media kita sebagai wadah menyampaikan aspirasi masyarakat dengan akurat,”ucapnya.

Menurutnya , masih ada media online, cetak maupun elektronik belum mendaftarkan diri di Uji Kopentesi Wartawan (UKW) dewan pers.

“Harus punya badan hukum, tersertifikasi dan terdata di dewan pers, kebetulan baru-baru ini kita ketemu pihak dewan pers dan membicarakan isu ini,”katanya.

Dengan adanya ini , Zuhri menghimbau agar seluruh media yang berada di Kepulauan Riau segera mendatakan ke dewan pers.

“Data verifikasi secepatnya, karena dewan pers akan memberikan logo atau pengakuannya terhadap media yang mendatakan dirinya, toh kita juga yang untung, ketika kita memiliki kasus maka kita dilindungi oleh Dewan Pers sehingga pihak berwajib tidak langsung memproses kita, karena harus ada rekom dewan pers, data segera kirim email ke dewan pers, sekarang sudah mudah,”ucapnya. (CR04)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.