Belum Diberikan Sanksi, Siswanda : Ungkap Mafia Dibalik Swalayan Serba 10 Ribu

7115
Ketua GMM Kota Tanjungpinang, Siswanda (foto. ist)

HarianMemoKepri.com, Tanjungpinang – Saat ini banyak sekali beredar barang-barang ilegal yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) yang marak dijumpai. Misalnya di salah satu Swalayan di Batu 10 Tanjungpinang.

Swalayan tersebut bernama ‘Serba Rp 10.000’ diduga menjual barang Non SNI serta Non Label Distributor. Pada salah satu barangannya didapati berasal dari Luar Negeri seperti Malaysia dan China.

Ketua Gerakan Mahasiswa Melayu (GMM) Kota Tanjungpinang, Siswanda mengatakan bahwa pihak Pemerintah terkesan tutup mata dalam menangani masalah ini.

“Kami anggap instansi Pemerintah dalam hal ini Disprindag Provinsi Kepri dan Instansi-instansi terkait saat ini tutup mata terkait Hal tersebut. Ini menjadi Pertanyaan kami ada apa dengan Pemerintah kita saat ini. Kita Menduga Ada oknum yang mencoba Membackup Swalayan tersebut sehingga dengan mudah barang tersebut keluar masuk tanpa ada Pengawasan sedikit pun,” jelas Siswanda kepada HarianMemoKepri.com, Kamis, (11/10/2018).

Lanjutnya, ia meminta agar pihak berwenang segera memberikan sanksi tegas terhadap swalayan tersebut.

“Kemudian kami meminta kepada Disprindag Kepri untuk segera memberikan sanksi yang tegas kepada Pengusaha nakal yang sudah Berani Melakukan Kriminalitas terhadap dunia usaha,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Swalayan tersebut telah melanggar beberapa aturan jelas dari Pemeritahan. Sehingga sudah layak untuk diberikan sanksi.

“Sanksi itu sudah jelas tercantum dalam pasal 113 Undang-undang Nomor  7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Aturan tersebut menyebutkan pelaku usaha yang memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar,” jelasnya

Ia juga menghimbau agar konsumen yang berbelana di swalayan tersebut untuk lebih teliti dan menjadi Konsmen yang cerdas.

BACA JUGA :  Warga Hutan Lindung Digegerkan Ledakan Trafo PLN

“Kemudian kami juga menghimbau kepada para konsumen untuk lebih teliti dalam Memilih Produk-produk yang beredar di swalayan itu, karna belum tentu Kualitasnya sudah terjamin, baik itu Sertifikasi Halal, BPOM dan Sebagainya,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.