HARIANMEMOKEPRI.COM — Pengrajin Batu Bata Kota Batam tidak mengenal lelah berproduksi walaupun akhir-akhir ini hujan selalu saja turun.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras tidak menjadi penghalang perjuangan Pengrajin Batu Bata Kota Batam untuk mencari pundi-pundi rupiah.
Api semangat para Pengrajin Batu Bata Kota Batam ini tetap berkobar dan membara, selayaknya tempat pembakaran tanah liat untuk dijadikan produk batu batanya.
Abdul Roup, perajin batu bata di Kampung Mangun Harjo Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung Kota Batam mengatakan, pantang menantang hujan menjadi prinsipnya dalam memproduksi batu bata.
Hujan tetap bisa mengguyur bumi, namun Ia masih tetap bisa mencetak setiap keping batu bata. Pencetakan memakai alat manual dikenal dengan bata pres , masih dilakukan olehnya.
Hujan tetap mengguyur, namun ia mengandalkan tobong, yaitu sebuah rumah khusus untuk produksi batu bata.

