Bupati Tanjung Balai Karimun, Aunur Rofiq (Foto. ist)

Kepri HMK, Karimun -- Banyaknya warung makan di Kabupaten Tanjung Balai Karimun (TBK) Provinsi Kepri yang tidak memiliki sertifikat Halal membuat Bupati TBK angkat bicara.

Hal ini membuat Bupati TBK, Aunur Rofiq meminta Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Karimun serta kecamatan dapat melakukan pengecekan terkait label halal yang tertempel di warung makan di TBK.

"Banyak warung yang bermain dengan asal-asal menempelkan Stiker Halal. Setahu saya kita tidak pernah mengeluarkan sertifikat Halal. Itu poksi dari MUI, ini perlu penertiban," ujar Aunur Rofiq, Rabu, (02/01/19).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MUI Kabupaten TBK, Jamzuri mengatakan banyak warung yang menempelkan stiker halal tanpa sepengetahuan MUI.

"Untuk dilakukan penertiban, tentu kita dilakukan oleh pihak keamanan seperti Polisi, akan tetapi tetap berkoordinasi dengan kita (MUI-red)," ucapnya.

"Biasanya kawan-kawan dari pelaku usaha yang tidak mengurus untuk bersertifikat halal pada warung makan yang mereka jual biasanya dikarenakan terkendala biaya dan waktu. Pasalmya untuk pengurusan harus ke MUI yang provinsi," tambahnya. (*)

Penulis : Tim 
Editor : Amri
BACA JUGA :  5 Peran Wanita Dalam Pembangunan Daerah, Marzita : Wanita Sebagai Inisiator Produksi bukan Konsumsi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.