Ayah Dipukul Barbel Hingga Tewas Gegara Tak Terima Ditegur Merokok

Ayah Dipukul Barbel Hingga Tewas Gegara Tak Terima Ditegur Merokok
MAYAT: Jenazah Heru Mustofa yang berlumuran darah diduga dibunuh anaknya. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO/Jawapos.com)

Harian Memo Kepri, Nasional -- Diduga tidak terima ditegur ayahnya karena merokok di dalam rumah, Irawan, 35, tega membunuh ayah kandungnya, Heru Mustofa, 70.

Aksi pembunuhan terjadi di Desa Medaeng RT 08/RW 04, Kecamatan Waru, Rabu (20/3).

Ayah Dibunuh Anak Kandung

Dari informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo di lokasi menyebutkan bahwa aksi pembunuhan itu terjadi sekitar Rabu malam sekira pukul 18.30.

Kejadian bermula saat Irawan keluar rumah seraya berteriak-teriak bahwa bapak kandungnya meninggal dunia. "Bapakku mati, bapakku mati," ucap tetangga korban menirukan teriakan Irawan

Mendengar hal itu, warga setempat langsung mendatangi rumah korban dan mendapati dia sudah dalam kondisi tewas. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka di bagian kepala.

Posisi jasad korban terlentang dan ditemukan barbel dari beton di samping jenazahnya. Diduga barbel ini yang dipakai untuk menghabisi nyawa korban.

Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Jasad korban dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Waru Iptu Untoro membenarkan adanya aksi pembunuhan tersebut. "Tersangka sudah diamankan, ia tidak melarikan diri dari lokasi kejadian," sebut Untoro.

Kini polisi tengah mendalami kasus tersebut. Tersangka juga diduga memiliki kelainan jiwa. "Ada surat dari Rumah Sakit Jiwa Menur," pungkas Untoro.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Tomo
BACA JUGA :  Diduga Jadi Pelaku Pembunuhan Wanita di Jembatan 3 Dompak, Manajer Perusahaan Developer Diamankan Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.