Awalnya Happy, Lihat Atlet Profesional Jadi Ngeri

0
LOMBA: Peserta lomba moon run saat berada di garis start sebelum menempuh rute lari marathon sejauh 10 kilometer, Sabtu (3/12) malam lalu. f-jendaras/tanjungpinang pos

Cerita Peserta Lokal Lomba Moon Run 2016 Bintan

Lomba Moon Run pertama di Lagoi Bintan menyisakan banyak kisah unik dan lucu. iven yang menjual tema berlari di bawah sinar bulan purnama tersebut, diikuti peserta lokal dengan rasa gembira (happy). Tapi, setelah mengetahui berhadapan dengan atlet profesional, mereka jadi ngeri.

Bintan – Di beberapa wilayah di Indonesia, pelaksanaan iven sejenis Moon Run biasanya dipenuhi dengan keceriaan untuk mengikutinya. Bukan untuk semata mengejar hadiah yang diberikan panitia.

Namun, lomba ini juga menjadi arena untuk berolahraga di malam hari, dengan hiasan lampu warna warni yang ada di tubuh peserta. Meski dilaksanakan pada malam hari, bukan menjadi suatu kemudahan pelari untuk melintasi lintasan yang dipenuhi dengan alam pepohonan yang masih asri.

Justru oksigen yang menipis karena banyak terserap oleh tumbuhan yang ada. Kondisi itu membuat pelari mudah lelah dan kehabisan nafas.

Namun tidak berlaku bagi atlet profesional yang sudah sangat mahir dan siap mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan sejak persiapan di garus start, kehadiran atlet profesional sudah menjadi momok bagi peserta lokal.

”Wah kalau begini lewat dah kita,” ucap salah seorang peserta, Alfeni sambil tertawa.

Ada lagi peserta yang sengaja bertanya-tanya dan mewawancarai peserta lain serta peserta dari luar negeri. Terlihat kompetisi tersebut bukan seperti sebuah kompetisi, tetapi seperti silaturahmi antarpelari.

Alfeni, salah seorang peserta yang ikut dalam iven tersebut mewawancarai peserta asing. Karena melihat tampilan fisik dan kulit seperti orang luar negeri. Ia langsung berbincang bincang dengan pelari asal luar negeri tersebut, usai berbincang-bincang ia pun terlihat cukup terkejut.

”Wah ternyata dia pelari asal Kenya. Profesional pula, bagaimana kita bisa menang nih,” ucapnya sambil tertawa lebar.

Ia mengatakan, yang awalnya sangat happy dengan kompetisi ini menjadi ngeri, setelah mengetahui pesaingnya adalah atlet profesional kelas dunia.

”Jadi ngeri saya mau menang. Tetapi tidak masalah, ini kan untuk senang-senang dan olahraga serta mengukur kemampuan fisik. Mungkin ke depannya, kegiatan internasional seperti ini ada beberapa kategori, untuk memisahkan antara pelari profesional dengan pelari amatir seperti kami-kami ini. Tetapi secara keseluruhan iven ini sangat baik,” sebutnya.

Sementara itu, Abdul Wahab, sebelumnya mengatakan, lomba moon run yang disejalankan dengan iven musik soundscape tersebut, bertujuan untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Sebanyak lebih dari 1.000 peserta meramaikan kegiatan yang pertama dilaksanakan di kawasan wisata terpadu Lagoi Bay.

 

sumber : tanjungpinangpos(dot)co(dot)id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.