oleh

Andien, Penyanyi yang Giat Galang Dana

Harian Memo Kepri | Entertainment —Andien artis penyanyi pop jazz kini tak hanya terus aktif bernyanyi dan show, tapi juga aktif ikut kegiatan sosial lewat Yayasan Setali yang diprakarsainya. Andien pun menggelar bazaar guna penggalangan dana bagi korban asap di kawasan Riau dengan penjualan barang bekas layak pakai (preloved). Hasilnya didonasikan pada korban.

Kegiatan tersebut juga kata Andien menjadi bagian langkah kepedulian dirinya terhadap lingkungan dan industri fashion.

“Aku harap sih, Yayasan Setali ini bisa memberikan sumbangsih buat bumi ini, karena aku sadar industri fashion adalah salah satu penyumbang limbah terbesar,” ujar pemilik nama lengkap Andien Aisyah Haryadi ini.

Ibu satu anak ini memiliki satu cita-cita besar yang ingin segera diwujudkan, yaitu memiliki sebuah mesin yang bisa mendaur ulang produk tekstil tak terpakai agar bisa kembali menjadi kapas.

“Selama ini kami masih harus bekerjasama dengan pihak luar untuk mendaur ulang limbah tekstil,” jelas istri dari Irfan Wahyudi itu.

Sebelum bisa membeli mesin daur ulang dari tekstil menjadi kapas, Andien bersama dengan Yayasan Setali tengah gencar menjual produk-produk tekstil preloved dengan kreasi yang lebih berguna.

“Aku bikin gerakan untuk mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak dipakai kerjasama dengan tukang vermak keliling seperti bikin tas, topi dan lainya,” ungkap artis penyanyi 34 tahun ini.

HARUS PEDULI
Kegiatan sosial tersebut, menurutnya, tidak mengganggu aktivitas nyanyi dan syutingnya. “Kita memang harus peduli,” tegas Andien yang belajar bernyanyi sejak berusia tiga tahun ini.

Menginjak kelas 6, oleh ibunya, Andien dimasukkan ke EMS (Elfa Music Studio) dan menggilai musik jazz serta kerap memenangi berbagai kompetisi menyanyi sejak usia 14 tahun di Indonesia dan Shanghai.

BACA JUGA :  Bj Habibie, Legenda Kemajuan Batam

Usia 15 tahun Andien merilis album perdananya bertajuk Bisikan Hati, kemudian bersama Indra Lesmana dan Aksan Sjuman dengan album Kinanti tahun 2002. Sedang dengan Tohpati, dia melahirkan album Gemintang tahun 2005 silam.

Album lainnya seperti ‘Kirana’, ‘Let It Be My Way’ dan ‘Metamorfosa’. Andien juga menerima penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) dan dari Planet Music Award di Singapura.

Selama bertahun-tahun, ia telah berkolaborasi dengan berbagai musisi, seperti Jeff Lorber pada Java Jazz Festival (JJF) 2005, dengan Jepang ansambel vokal Jammin Zeb (JJF 2008), dengan Bob James (ASEAN Jazz Festival 2008 Batam Indonesia), Frank Griffith (JJF 2010), serta dengan legenda piano jazz Indonesia Buby Chen (JJF 2010) dan pelopor Indonesia progressive rock band Discus (JJF 2006).

Sedang di film, Andien pernah terlibat dalam film ‘Susah Sinyal’.

sumber | dok. | poskotanews.com
Bp Batam 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.