140 Orang PMI dan WNI-M KPO Tiba di Tanjungpinang

Para PMI Berasal Dari Berbagai Daerah se Indonesia

Para WNI korban perdagangan orang ketika tiba di pelabuhan SBP Tanjungpinang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )
Para WNI korban perdagangan orang ketika tiba di pelabuhan SBP Tanjungpinang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )

Tanjungpinang – Sebanyak 140 orang Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) dari Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang menggunakan kapal Ferry MV Citra Indah 99, Rabu ( 11/05 ) siang pukul 12:53 Wib.

Dari 140 orang tersebut dengan rincian laki-laki 76 orang, Perempuan 56 orang dan Anak-anak 8 orang. Setibanya di Pelabuhan SBP para PMI diperiksa sesuai dengan prosedur protokol kesehatan oleh petugas KKP Kesehatan.

Pitter M. Matakena SH Pelaksana Teknis Rumah Perlindungan Trauma Center ( RPTC ) Tanjungpinang menjelaskan pemulangan hari ini dari Pelabuhan Pasir Gudang Johor Bahru Malaysia Warga Negara Indonesia Migran korban perdagangan orang atau di singkat WNI-M KPO berjumlah 140 orang.

“Mereka berasal dari berbagai daerah baik dari Aceh, Medan, Sulawesi bahkan ada yang dari Maluku. Nantinya PMI ini diperiksa oleh KKP melalui Test RT-PCR atau Rapid Test Antigen oleh karena itu hasil dari KKP baru dapat diketahui apakah mereka dapat melanjutkan perjalanan atau tidak, jika hasilnya negatif maka dilakukan pemeriksaan ulang kembali di RPTC apabila negatif baru mereka dipulangkan ke daerah asal,” jelas Pitter.

Dirinya menambahkan, anak – anak mereka bawa biasanya hasil dari selama berada di Negara Malaysia berangkatnya sendirian ketika pulang sudah berenam seperti itulah gambarannya.

Terlihat beberapa PMI yang menggunakan kursi roda ketika tiba di pelabuhan SBP disebabkan sempat pingsan selama perjalanan sehingga ABK kapal melaporkan ke pihak RPTC untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Kursi roda pertama saya mendapatkan informasi oleh Kapten kapal di perjalanan dia pingsan sehingga orang ABK kapal mengambil tindakan lalu melaporkan ke saya dan kemudian saya berkoordinasi dengan KKP mempersiapkan penanganan seperti mempersiapkan kursi roda sebelum turun mereka diperiksa lagi serta di prioritaskan pertama kali keluar,” lanjutnya.

Angka yang diperoleh dari pihak Malaysia sekitar 1.120 orang hingga saat ini yang di deportasi. Para PMI ini sementara waktu di tampung oleh pihak RPTC tidak bisa serta merta pihak keluarga bisa menjemput karena ada sistem dan aturan yang berlaku.

“Saya juga sampaikan kepada mereka ada dua tiket yang pertama adalah tiket kesehatan seperti seperti vaksinasi, ataupun PCR sementara kedua yakni tiket pesawat maupun kapal laut. Ada empat kali pemulangan PMI setiap tanggal ganjil setiap hari tergantung dari pihak pemerintah Malaysia,” pungkasnya.

 

 272 Pengunjung

hijau dan putih profesional iklan promosi diskon ongkos kirim banner landscape (512 × 200 piksel)
whatsapp image 2022 04 29 at 12.49.43 whatsapp image 2022 04 30 at 15.19.45 (1) hari kebangkitan nasional 2022 (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.